Gabriel Jadi Sorotan Usai Arsenal Kalah di Final UCL
- 31 Mei 2026 09:12 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, menjadi sorotan usai gagal mengeksekusi penalti penentu dalam kekalahan The Gunners dari Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions. Tendangan yang melambung di atas mistar gawang membuat Arsenal harus merelakan trofi Eropa setelah kalah dalam adu penalti yang berlangsung dramatis. Laga berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu 30 Mei 2026.
Dilansir dari BBC, momen Gabriel berdiri dengan kepala tertunduk sambil dihibur kapten PSG, Marquinhos, menjadi salah satu gambar paling emosional dari final yang digelar di Puskas Arena, Budapest. Kegagalan tersebut menjadi akhir yang menyakitkan bagi bek asal Brasil yang sepanjang musim tampil sebagai salah satu pemain terbaik Arsenal.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan bahwa Gabriel memang telah dipersiapkan untuk kemungkinan adu penalti. Menurutnya, sang pemain secara sukarela mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor meski belum pernah menendang penalti untuk Arsenal sebelumnya.
"Dia ingin mengambilnya. Biasanya penendang penalti adalah Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz. Namun kami tahu jika pertandingan berlanjut hingga adu penalti, pemain lain harus siap maju," kata Arteta.
Sebelum kegagalan tersebut, Gabriel justru tampil impresif sepanjang pertandingan. Ia mencatatkan 13 sapuan bola, terbanyak dibanding pemain lain di lapangan, saat Arsenal berupaya mempertahankan keunggulan yang lebih dulu diciptakan Kai Havertz pada menit keenam.
Namun PSG berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti Ousmane Dembele dan memaksa pertandingan berlanjut hingga adu penalti. Setelah sejumlah penendang berhasil menjalankan tugasnya, Gabriel menjadi penendang terakhir Arsenal yang gagal mengonversi peluang menjadi gol.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, langsung memberikan dukungan kepada rekan setimnya tersebut. Ia menegaskan bahwa kegagalan penalti merupakan bagian dari sepak bola dan tidak menghapus kontribusi besar Gabriel sepanjang musim.
"Gabriel adalah sosok luar biasa sebagai pribadi maupun pemain. Tanpa kontribusinya musim ini, kami mungkin tidak akan memenangkan Liga Primer Inggris. Kami semua mendukungnya," ujar Rice.
Musim 2025/2026 menjadi salah satu musim terbaik dalam karier Gabriel bersama Arsenal. Bek berusia 28 tahun itu tampil sebagai starter dalam 48 pertandingan di semua kompetisi serta mencatatkan sembilan kontribusi gol dan assist.
Mantan bek Manchester City, Nedum Onuoha, menilai kegagalan penalti tersebut tidak boleh menutupi peran besar Gabriel dalam membawa Arsenal hingga ke final Liga Champions dan meraih gelar Liga Primer Inggris musim ini.
Sementara itu, mantan bek Arsenal, Matt Upson, menyebut momen tersebut sebagai salah satu peristiwa yang akan terus dikenang dalam sejarah kompetisi. Meski demikian, ia percaya Gabriel memiliki mentalitas kuat untuk bangkit dan menjadikan pengalaman pahit itu sebagai motivasi di masa depan.
Bagi Arsenal, kekalahan di Budapest memang menyisakan luka mendalam. Namun bagi para pendukung The Gunners, Gabriel tetap menjadi salah satu sosok kunci yang berperan besar dalam perjalanan luar biasa klub hingga mampu kembali bersaing di puncak sepak bola Inggris dan Eropa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....