Tutup Mulut saat Tanding di Piala Dunia 2026, Siap-Siap Kena Kartu Merah
- 29 Apr 2026 14:36 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Para pemain di Piala Dunia 2026 kini berpotensi langsung diganjar kartu merah apabila kedapatan menutup mulut saat berbicara dengan lawan dalam sebuah konfrontasi di lapangan.
Aturan baru ini merupakan bagian dari pembaruan regulasi sepak bola yang juga mencakup tindakan pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit, yang kini dapat dianggap sebagai pelanggaran berat.
Dilansir dari BBC, perubahan aturan tersebut disetujui dalam rapat Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Vancouver, Kanada, setelah mendapat persetujuan atas dua amandemen yang diajukan FIFA.
FIFA menegaskan bahwa regulasi baru ini akan mulai diberlakukan pada ajang Piala Dunia musim panas 2026, dengan tujuan meningkatkan disiplin serta mengurangi potensi konflik di lapangan.
Salah satu pemicu pembahasan aturan ini adalah insiden yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang sempat disorot karena menutup mulut saat berbicara dengan Vinicius Jr dalam laga Liga Champions, yang kemudian berujung pada sanksi dari UEFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan bahwa aturan tersebut diperlukan sebagai efek jera, dan menegaskan bahwa wasit harus bertindak tegas jika terdapat indikasi perilaku yang dianggap mencurigakan atau berpotensi ofensif.
Dalam kasus lain yang menjadi perhatian, insiden di final Piala Afrika antara Maroko dan Senegal juga memicu perubahan aturan, setelah sejumlah pemain meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) bahkan sempat memberikan sanksi kemenangan 3-0 kepada Maroko setelah Senegal dinilai melakukan tindakan yang mengganggu jalannya pertandingan.
Dengan aturan baru ini, IFAB juga memperluas tanggung jawab hingga ke ofisial tim yang memicu pemain untuk meninggalkan lapangan, dengan konsekuensi dapat berujung pada kekalahan tim secara otomatis.
Perubahan ini menandai era baru dalam regulasi sepak bola internasional, di mana ekspresi protes di lapangan kini semakin dibatasi demi menjaga ketertiban dan integritas pertandingan di level tertinggi dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....