Kapiraya dan Otakwa Jadi Fokus Perencanaan Pelabuhan ASDP Mimika

  • 12 Sep 2026 09:09 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan menggelar seminar hasil studi perencanaan pembangunan pelabuhan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan atau ASDP di dua wilayah, yakni Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Mimika Timur Jauh, Sabtu 12 September 2026.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan perencanaan pembangunan pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini mengandalkan transportasi sungai dan laut.

Menurut Emanuel, pembangunan infrastruktur transportasi tidak dapat dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Kajian harus mempertimbangkan regulasi, karakteristik wilayah, kondisi geografis, hidrologi, lingkungan, keselamatan pelayaran, kebutuhan masyarakat, hingga perkembangan wilayah di masa mendatang.

Ia menilai keberadaan pelabuhan atau dermaga penyeberangan nantinya dapat menjadi salah satu simpul transportasi yang menghubungkan perpindahan masyarakat dan barang dari satu moda transportasi ke moda lainnya.

Emanuel berharap studi perencanaan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan dokumen secara administratif, tetapi juga memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi dan potensi lokasi, kebutuhan fasilitas, kapasitas pelayanan, serta aspek keselamatan dan operasional pelabuhan.

Ia juga meminta seluruh pihak yang hadir dalam seminar memberikan saran dan masukan berdasarkan kewenangan serta pengalaman masing-masing, baik dari aspek teknis, keselamatan, lingkungan, hukum, regulasi, maupun kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Alfasiah, menjelaskan studi perencanaan tersebut mencakup dua lokasi, yaitu Kampung Kapiraya di Distrik Mimika Barat Tengah dan Kampung Otakwa di Distrik Mimika Timur Jauh.

Alfasiah mengatakan lokasi awal yang diusulkan di Distrik Mimika Barat Tengah adalah Kampung Uta. Namun, berdasarkan pertimbangan kondisi lapangan, lokasi pembangunan diarahkan ke Kampung Kapiraya karena saat air sungai surut, kedalaman di Kampung Uta dinilai tidak memungkinkan kapal untuk masuk dan bersandar. Akses jalan menuju lokasi juga menjadi salah satu pertimbangan.

Untuk Kampung Otakwa, seminar hasil mendapatkan masukan agar konsultan menyiapkan alternatif perencanaan pada tiga titik. Alternatif tersebut berada di sekitar muara, titik tengah yang saat ini menjadi lokasi perencanaan, serta titik lain yang berada sedikit ke bagian bawah.

Alfasiah menambahkan, hasil sementara menunjukkan kebutuhan anggaran pembangunan pelabuhan di Kapiraya sekitar Rp30 miliar lebih, sedangkan di Otakwa sekitar Rp38 miliar. Namun, angka tersebut belum final karena masih dapat berubah setelah dilakukan penyempurnaan berdasarkan masukan dalam seminar.

Ia berharap seluruh proses perencanaan dapat diselesaikan pada 2026 sehingga pembangunan kedua pelabuhan dapat diusulkan dalam APBD 2027 apabila kemampuan anggaran memungkinkan. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memadukan transportasi laut, sungai, dan darat serta membuka akses masyarakat dari kampung menuju pusat distrik dan kota.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....