HUT ke-81, Lanal Nabire Perkuat Kesiapan Jaga Kedaulatan Laut
- 11 Sep 2026 20:55 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nabire memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui upacara yang digelar di Lapangan Mako Lanal Nabire, Jalan Kaleb Warai, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (10/9/2026).
Upacara yang berlangsung pada pagi hari tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Letda Laut (P) Rahmat Hadipa, S.H. dipercaya memimpin jalannya upacara sebagai Komandan Upacara.

Sekitar 30 personel Lanal Nabire mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari unsur perwira, bintara, tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Mako Lanal Nabire.
Sejumlah pejabat Lanal Nabire turut hadir, di antaranya Pasintel Lanal Nabire Kapten Laut (S) Sutrisno, Dandenpom Lanal Nabire Kapten Laut (PM) Fernando Simanjuntak, Danunit Intel Lanal Nabire Lettu Laut (S) Tangi Lumbantoruan dan Paur Yar Lanal Nabire Lettu Laut (S) Andika Bayu.

Dalam rangkaian peringatan tersebut, peserta juga diajak kembali mengenang perjalanan panjang TNI Angkatan Laut. Sejarah tersebut tidak terlepas dari perjuangan para bahariawan Indonesia yang mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan sejak masa awal Republik Indonesia.
Cikal bakal TNI AL bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pada 1945. Organisasi itu kemudian mengalami perkembangan menjadi TKR Laut, ALRI hingga secara resmi menjadi TNI Angkatan Laut pada 1971. Tanggal 10 September 1945 kemudian diperingati sebagai hari berdirinya Angkatan Laut.
Momentum utama upacara ditandai dengan pembacaan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) oleh Danlanal Nabire. Dalam amanat tersebut, HUT ke-81 TNI AL ditegaskan bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah laut yang memiliki arti strategis bagi kedaulatan dan kepentingan nasional. Laut tidak hanya menjadi batas wilayah negara, tetapi juga berfungsi sebagai jalur penghubung antardaerah, perdagangan, komunikasi dan sumber daya yang menopang kehidupan masyarakat.
Perubahan geopolitik dunia serta perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menjadi tantangan tersendiri bagi TNI AL. Kondisi tersebut menuntut adanya transformasi dan inovasi yang terus berkelanjutan, termasuk modernisasi alutsista yang harus disertai peningkatan kemampuan prajurit, penguatan doktrin, sistem komando serta dukungan logistik.
Tugas TNI AL juga tidak terbatas pada menghadapi ancaman militer. Prajurit dituntut mampu merespons berbagai persoalan nonmiliter, mulai dari bencana alam, perubahan iklim, gangguan rantai pasok hingga persoalan sosial yang dapat berdampak terhadap masyarakat dan stabilitas wilayah.
Karena itu, tiga hal menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan tugas, yakni kesiapsiagaan operasi, profesionalisme prajurit dan penguatan sinergi. Ketiganya menjadi landasan agar setiap satuan mampu menjalankan tugas secara efektif, disiplin dan berintegritas.
Sinergi juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah maritim. TNI AL terus memperkuat kerja sama dengan unsur TNI lainnya, pemerintah daerah, kementerian, lembaga serta masyarakat untuk menciptakan kondisi laut yang aman dan mendukung kepentingan nasional.
Selain menjalankan tugas pertahanan, kehadiran TNI AL di tengah masyarakat juga terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Program “Aku Cinta Laut” menjadi salah satu bentuk kepedulian melalui kegiatan kebersihan pantai dan laut, pelayanan kesehatan, bakti sosial, bantuan pangan hingga pemberdayaan masyarakat pesisir melalui budidaya ikan dan pengembangan UMKM.
Perhatian terhadap keamanan sumber daya laut juga menjadi bagian penting. Laut Indonesia perlu dijaga dari berbagai aktivitas ilegal seperti penyelundupan narkotika, penangkapan ikan secara ilegal serta kegiatan lain yang berpotensi merusak sumber daya alam strategis dan merugikan kepentingan negara.
Usai amanat, rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa, Andhika Bhayangkari, penghormatan pasukan dan menyanyikan Mars TNI Angkatan Laut. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan lancar.
Peringatan HUT ke-81 TNI AL di Lanal Nabire menjadi pengingat bahwa kekuatan maritim tidak hanya bertumpu pada kesiapan alutsista, tetapi juga pada kualitas prajurit, kedisiplinan, integritas serta kemampuan membangun
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....