Kwamki Narama Berangsur Pulih, Sekolah dan Layanan Kesehatan Kembali Berjalan.

  • 08 Sep 2026 20:13 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.OD, Mimika - Situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, masih dalam pengawasan aparat keamanan menyusul konflik antarkelompok yang terjadi beberapa hari lalu, Selasa 8 September 2026.

Kondisi tersebut sempat berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan pendidikan dan kesehatan yang mengalami penyesuaian selama beberapa hari.

Kepala Distrik Kwamki Narama, N. Edwin Hanuebi, mengatakan aktivitas pendidikan di wilayahnya kini kembali berjalan, termasuk di SMP Negeri 9 Kwamki Narama.

Edwin menjelaskan, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 9 sempat dihentikan selama satu hingga dua hari. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan guru dan siswa, terutama karena lokasi sekolah berdekatan dengan tempat terjadinya insiden.

"Untuk minggu lalu, SMP 9 sementara kami belum bisa pelayanan. Tapi untuk hari ini, minggu ini sudah mulai berjalan," kata Edwin.

Menurut Edwin, keputusan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar juga berkaitan dengan proses pemakaman korban serta kondisi keamanan di sekitar sekolah. Ia menilai keselamatan tenaga pendidik dan siswa harus menjadi perhatian utama.

Edwin menyebut, pelayanan kesehatan di Distrik Kwamki Narama tetap berjalan dengan sistem pembagian sif. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun kondisi keamanan belum sepenuhnya kondusif.

Selain pelayanan publik, Edwin mengakui situasi keamanan juga berdampak pada sejumlah program pembangunan. Beberapa titik yang mengalami kendala berada di Kampung Amole dan Kampung Mikurima, sementara aktivitas pemerintahan di Kampung Damei, Bintang Lima, Tunus Matua dan Kelurahan Harapan tetap berjalan.

Ia mengatakan, masyarakat dari luar Kwamki Narama yang hendak melaksanakan kegiatan masih merasa khawatir sehingga perlu melakukan koordinasi dengan pemerintah distrik maupun aparat keamanan. Jika diperlukan, pemerintah distrik dan aparat siap memberikan pendampingan.

Edwin juga menilai kehadiran aparat keamanan di fasilitas pelayanan publik, khususnya sekolah, diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada guru dan siswa. Ia berharap seluruh masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, intelektual, perempuan dan pemuda, ikut menjaga keamanan dan ketertiban.

"Mari sama-sama kita menjaga wilayah kita supaya pembangunan itu bisa merata, kita terima dan kita sendiri juga yang bisa merasakan pembangunan itu ada di wilayah kita ," ujarnya.

Edwin mengajak masyarakat dari sembilan kampung dan satu kelurahan di Distrik Kwamki Narama untuk berkolaborasi dengan aparat keamanan dalam menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, keamanan merupakan bagian penting agar aktivitas masyarakat dan program pembangunan pemerintah dapat terus berjalan.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....