Sebaran Titik Hotspot di Papua Tengah Menurun, BPBDKP Sebut Nabire Tersisa 12 Titik

  • 31 Agt 2026 09:15 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kebakaran, dan Penyelamatan (BPBDKP) Papua Tengah, Martinus Rumbino, menyampaikan pembaruan terkini mengenai pemantauan titik panas (hotspot) di wilayah Papua Tengah. Informasi tersebut disampaikan saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin 31 Agustus 2026.

Martinus menjelaskan bahwa BPBDKP Papua Tengah terus berkoordinasi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi atmosfer serta sebaran titik panas. Berdasarkan pemantauan per 29 Agustus, terjadi penurunan signifikan pada titik hotspot di Papua Tengah.

"Secara keseluruhan sebaran titik hotspot kita sudah berangsur nihil di beberapa daerah. Untuk wilayah Nabire, per 29 Agustus tercatat tersisa 12 titik dengan tingkat kepercayaan kategori sedang," ujar Martinus.

Ia menerangkan bahwa indikator hotspot terbagi menjadi tiga tingkatan: rendah, sedang, dan tinggi. Kategori rendah menandakan belum ada indikasi titik api, sedangkan kategori sedang memerlukan verifikasi dan pengecekan langsung ke lapangan karena berpotensi terjadi kebakaran. Sementara kategori tinggi menunjukkan tingkat kepastian adanya titik api.

Lebih lanjut, Martinus menambahkan bahwa pihak BPBDKP Papua Tengah telah membentuk grup komunikasi lintas daerah guna mempercepat alur informasi kebencanaan maupun potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari kabupaten seperti Mimika dan Puncak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....