BPBDKP Provinsi Tangani Karhutla di Nabire dan Wilayah lain, TNI-Polri Diterjunkan
- 31 Agt 2026 08:41 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire — Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kebakaran dan Penyelamatan (BPBDKP) Papua Tengah, Martinus Rumbino, menyampaikan pembaruan terkini terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Tengah, termasuk di ibu kota Nabire.
Menurut Martinus, penanganan awal telah dimulai sejak 18 Juli lalu pada area sekitar 1 hektar di PLTMG Kalibobo. Meski pada Juli intensitas kebakaran masih tergolong minim, peningkatan signifikan terjadi pada pertengahan Agustus.
"Puncaknya terjadi pada 19 hingga 22 Agustus, di mana titik kebakaran mencapai 8 hingga 10 titik per hari. Hal ini sempat melebihi kapasitas operasional dan personel kami di lapangan," ujar Martinus saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin 31 Agustus 2026.
Guna mengatasi keterbatasan tersebut, BPBDKP berkoordinasi dengan Sekda serta instansi terkait untuk merangkul TNI dan Polri sejak 20 Agustus. Personel TNI-Polri dikerahkan untuk membantu suplai air, pemadaman langsung, pengawasan wilayah, hingga langkah penegakan hukum.
Selain Nabire, fenomena cuaca ekstrem dan El Nino juga memicu kekeringan serta karhutla di wilayah lain seperti Paniai, Deiyai, perbatasan Nabire-Dogiyai, hingga fenomena embun beku di Kabupaten Puncak. Pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar lahan mengingat kondisi material di lapangan sangat kering dan mudah terbakar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....