Kabut Asap Asap Dapat Menyebabkan Gangguan Kesehatan Pernafasan
- 30 Agt 2026 11:01 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Hotspot (titik panas) di Semua Kabupaten di Provinsi Papua Tengah pada pemantauan BMKG, hingga Sabtu malam, 29, Agustus 2026, Pukul 21.00 WIT, telah berjumlah nol atau tidak ada lagi terdeteksi hotspot, pada tingkat kepercayaan rendah, sedang dan tinggi. Hujan juga telah mengguyur sejumlah Kabupaten, termasuk Kabupaten Nabire, Sabtu pagi dan malam, 29 Agustus 2026.
Mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan pernafasan, warga diimbau menjaga kesehatan, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, bila tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya menghindari aktivitas di luar rumah.
"Masyarakat sebaiknya memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, kabut asap pasti akan berdampak pada kesehatan, terutama pada orang tua dan anak, pada orang dengan penyakit pernafasan yang kronis dan penyakit jantung," ujar Dokter Agustina Dwiningtyas, Sp.P, saat dihubungi, Senin pagi, 24 Agustus 2026.
Dokter Agustina menyebutkan, kelompok-kelompok masyarakat yang rentan dan beresiko terpapar kabut asap dan terdampak kabut asap, yakni ibu-ibu hamil, orang tua, anak-anak dan orang dengan penyakit kronis. "Gejala dampak seseorang terdampak kabut asap yaitu, sakit kepala, sesak nafas, mual, hidung dan mata terasa perih," imbuhnya.
Dokter Agustina mengharapkan warga mulai menyiapkan diri untuk menjaga kesehatan saat kabut asap akibat karhutla. saat di rumah, warga menutup bagian rumah yang dapat dimasuki asap, mengurangi aktivitas sementara waktu di luar ruangan, terutama saat sore pada saat kabut asapnya pekat. "Segera konsultasikan diri ke Puskesmas atau dokter jika warga mengalami gejala-gejala yang mengarah pada gangguan kesehatan seperti yang telah disebutkan tadi," imbuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....