Natalius Pigai Pulang ke Nabire, Wagub: Ini Sejarah Baru
- 17 Agt 2026 21:36 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kehadiran Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, di Nabire menjadi momentum penting bagi Papua Tengah. Putra asli Papua Tengah itu hadir untuk mengikuti peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat di daerah asalnya.
Melansir dari Website Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley mengatakan kedatangan Natalius Pigai merupakan bagian dari agenda untuk mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, 17 Agustus 2026.
Kedatangan Natalius Pigai di Bandara Udara Nabire disambut langsung Deinas Geley bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah. Penyambutan tersebut menjadi momen kebersamaan antara pemerintah daerah dan Menteri HAM yang juga merupakan putra asli Papua Tengah.
“Saya bersama rombongan, Kapolda dan seluruh Forkopimda pergi ke bandara menjemput Kakak Menteri Natalius Pigai. Setelah itu, kami mengantar beliau menuju hotel sebelum kembali menjalankan agenda lainnya,” ujar Deinas Geley.
Deinas menyebut kehadiran Menteri HAM di Papua Tengah memiliki makna tersendiri bagi daerah yang masih relatif baru dalam perjalanan pemerintahannya. Natalius Pigai menjadi salah satu putra daerah yang dipercaya menduduki posisi menteri dalam pemerintahan pusat.
Menurut Deinas, kehadiran Natalius Pigai di Nabire tidak hanya untuk mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan. Menteri HAM juga dijadwalkan berdialog dengan jajaran Forkopimda Papua Tengah untuk membahas perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia di daerah.
“Tujuan beliau datang ke sini untuk mengikuti dan mengambil bagian dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah,” kata Deinas.
Dialog tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat perhatian terhadap isu hak asasi manusia seiring dengan pembangunan Papua Tengah. Pembahasan HAM dinilai penting agar percepatan pembangunan tetap berjalan dengan memperhatikan hak dan martabat masyarakat.
Bagi Papua Tengah, kehadiran Menteri HAM yang berasal dari daerah tersebut juga menjadi simbol keterhubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat di daerah. Momentum ini menunjukkan bahwa putra daerah dapat mengambil peran dalam pemerintahan nasional sekaligus tetap hadir bersama masyarakat di tanah kelahirannya.
Deinas menilai momentum tersebut memiliki nilai sejarah bagi Papua Tengah. Kehadiran Natalius Pigai dalam peringatan kemerdekaan di Nabire diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.
“Ini adalah sejarah baru,” tegas Deinas Geley.
Kehadiran Natalius Pigai juga menjadi bagian dari pesan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara, tetapi juga melalui komitmen memperkuat perlindungan hak masyarakat dan memastikan pembangunan Papua Tengah berjalan secara adil serta bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....