Koops Habema Klarifikasi Dugaan Intimidasi Umat di Stasi Santa Sisilia

  • 14 Agt 2026 04:20 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Koops TNI Habema memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan intimidasi oleh personel TNI Pos Wuloni terhadap umat Stasi Santa Sisilia Wuloni, Paroki Santo Petrus Ilaga, Dekanat Moni-Puncak Jaya, Keuskupan Timika.

Berdasarkan hasil penelusuran, Koops TNI Habema menegaskan tidak ditemukan adanya arahan maupun tindakan personel Pos Wuloni yang bertujuan memberikan tekanan kepada pihak gereja ataupun umat dalam penyampaian ucapan terima kasih kepada TNI dan Pemerintah Republik Indonesia, Pada Rabu 12 Agustus 2026.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa TNI tetap menghormati gereja sebagai ruang kehidupan rohani masyarakat sekaligus bagian penting dalam perjalanan masyarakat Papua.

"Kami menghormati gereja, para pemimpin agama, dan seluruh umat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman, bukan rasa takut. Karena itu, kami selalu menekankan kepada setiap prajurit untuk membangun komunikasi dengan cara yang humanis, menghargai masyarakat, adat, serta kehidupan keagamaan di Papua," ujarnya.

Sementara itu, ucapan terima kasih yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan dukungan terhadap renovasi Gereja Stasi Santa Sisilia Wuloni dan perbaikan fasilitas sekolah dasar di wilayah tersebut.

Dukungan tersebut, menurut Koops TNI Habema, merupakan bagian dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan tidak dimaksudkan untuk membebani masyarakat dengan kewajiban memberikan dukungan ataupun pernyataan tertentu.

"Bagi kami, membantu gereja dan sekolah adalah bagian dari pengabdian. Tidak ada kewajiban bagi masyarakat untuk membalasnya dengan pernyataan apa pun. Yang terpenting adalah rumah ibadah dapat digunakan dengan baik, anak-anak dapat belajar dengan layak, dan hubungan TNI dengan masyarakat terus dibangun atas dasar saling percaya dan saling menghormati," tambahnya.

Di sisi lain, Koops TNI Habema memahami bahwa masyarakat Papua memiliki pengalaman, pandangan, dan harapan yang beragam. Setiap masukan akan dihormati dan menjadi bagian dari evaluasi agar kehadiran prajurit di tengah masyarakat semakin profesional, humanis, dan memberikan manfaat.

Lebih lanjut, Koops TNI Habema menilai keamanan yang berkelanjutan tidak dapat dibangun hanya melalui pengamanan wilayah. Kedamaian dapat tumbuh ketika masyarakat merasa aman, gereja dapat menjalankan pelayanan dengan bebas, anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, serta komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat dibangun atas dasar kepercayaan.

Pada akhirnya, TNI menegaskan kehadirannya untuk menjaga, membantu, dan mengabdi kepada masyarakat. Kepercayaan masyarakat tidak dapat diminta ataupun dipaksakan, tetapi harus tumbuh melalui sikap, ketulusan, dan pengabdian yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....