Pemkab Dogiyai Melalui Asisten III Resmikan Gedung Baru SMP Negeri 1 Mapia

  • 31 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Dogiyai - Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) secara resmi meresmikan gedung baru SMP Negeri 1 Mapia. Peresmian ditandai dengan acara syukuran dan pengguntingan pita yang berlangsung di Mapia, Bomomani, Kamis 30 Juli 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Setda Kabupaten Dogiyai Willem Tagi, S.Ip, Kepala Bidang Tekapau Bapak Anak Letus Agapa, S.Pd, Kepala Satpol PP Kabupaten Dogiyai Yohanes Butu, A.Md.S.Sos, Kepala Distrik Mapia Yulianus Tigi, S.Sos, Ketua Tim Peduli Pendidikan Mapia Paulus Wakei, S.T, Danramil Mapia Sukigai Selatan, sejumlah kepala dinas, 7 Kepala Kampung, tokoh agama, para guru, siswa-siswi SD, SMP, SMA, serta ribuan masyarakat Mapia.

Dukung Visi "Dogiyai Cerdas, Kuat, dan Maju" Asisten III Willem Tagi membacakan sambutan Bupati Dogiyai Yuda Tebai, S.Pd., M.Si. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan gedung sekolah tersebut.

"Atas nama Bupati Kabupaten Dogiyai kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Pertama kepada Tuhan Allah pencipta langit dan bumi. Kedua kepada pemilik lokasi yang dengan rela melepaskan tanah ini. Ketiga kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai yang mendukung visi Bupati dan Wakil Bupati yaitu Dogiyai Cerdas, Kuat, dan Maju. Jangka panjangnya menuju Dogiyai Dewena. Itu mungkin 10-20 tahun ke depan, kita berdoa bersama," ujar Willem.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mantan Kepala Dinas Pak John, para Kepala Kampung, serta semua pihak yang membantu baik secara moral, material maupun spiritual, termasuk para pastor dan gembala.

Willem secara khusus mengapresiasi Kepala SMP Negeri 1 Mapia. "Saya sangat apresiasi dan bangga kepada Ibu Kepala Sekolah. Ini perempuan yang luar biasa, berdoa dengan penuh pengorbanan. Hari ini kita bersukacita untuk masa depan generasi penerus anak negeri Dogiyai," katanya.

Dalam sambutannya, Willem menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi utama untuk mencetak generasi muda yang bermutu dan berkualitas.

"Kalau fasilitas gedung tidak ada, pendidikan tidak bisa mutu dan berkualitas. Dengan sarana prasarana seperti ini baru ada semangat dalam proses belajar mengajar," jelasnya.

Diminta memanfaatkan fasilitas ini secara optimal untuk membentuk moral dan karakter peserta didik. "Dari sini mereka keluar dengan semangat belajar. Kalau lanjut pendidikan lebih tinggi, karakternya sudah terbentuk sejak SMP. Nanti mereka bisa jadi guru, dokter, pilot, camat seperti Bapak Camat. Saya juga mantan camat," ujarnya.

"Kalau SDM tidak ada, daerah ini tidak bisa kita bangun. Harus ada orang yang terpelajar dan terdidik agar ada perubahan di berbagai bidang," tegasnya.

Diminta menumbuhkan semangat baru seiring diresmikannya gedung baru. "Belajar harus lebih tinggi dan meningkat. Yang biasa bolos-bolos tidak boleh lagi. Yang biasa alpa satu dua kali tidak boleh mengulang. Masuk jam 8, pulang jam 2 sesuai aturan guru. Tidak boleh bikin aturan sendiri," pesannya.

Gedung sekolah adalah milik bersama sehingga harus dijaga dan dirawat bersama. "Tidak ada kepentingan kepala dinas, bupati, Pak Asisten Willem Tagi, atau Ibu Kepala Sekolah. Ini milik kita bersama. Kita jaga kebersihan dan rawat bersama. Gedung secantik ini tidak mungkin awet terus. Pasti suatu saat lapuk, retak, catnya hilang. Itu tugas kita semua," katanya.

Kepala SMP Negeri 1 Mapia Fransiska Tagi, S.Pd mengatakan peresmian ini adalah bukti perjuangan panjang selama 5 tahun.

"Hari ini bukan sekedar peresmian sebuah bangunan, tapi momentum bersejarah. Setiap batu yang tersusun, setiap dinding yang berdiri, adalah hasil perjuangan bersama," ujarnya.

Fransiska menyampaikan terima kasih kepada pemilik hak ulayat Marga Kegiye dan Marga Tigi yang telah merelakan tanah secara cuma-cuma. Ia juga mengapresiasi dukungan Bupati Yuda Tebai, Ibu Kepala SD Pres Bomomani, Bapak Kasat Pol PP Yohanes Butu saat menjabat Kepala Distrik, mantan DPR Dogiyai Bernard, serta para intelektual Bomamani.

"Kami pernah numpang sekolah 3 tahun di SD, 2 tahun di SD Pres Bomomani, dan 3 tahun di SMA. Hari ini kami punya rumah sendiri," katanya.

"Gedung ini bukan tujuan akhir. Ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Mari kita bentuk generasi yang berintegritas, menghargai keberagaman, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," tegasnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Dogiyai Yohanes Butu menyampaikan apresiasi kepada pemilik lokasi. Ia menjelaskan makna "tonowi" adalah orang yang memiliki banyak tanah dan rela memberikannya untuk kepentingan umum.

Ia juga berpesan kepada siswa-siswi agar menjaga fasilitas sekolah. "Jangan pernah mencoret gedung yang baru diresmikan ini. Kita harus cintai dengan 7K," pesannya.

Sementara itu Kepala Distrik Mapia Yulianus Tigi menyoroti masih kurangnya rumah dinas guru di SMP Negeri 1 Mapia. Ia meminta Dinas Pendidikan memfasilitasi, meski tidak 100% tetapi dengan keringanan agar pihak ketiga bisa bekerja.

Yulianus juga mengimbau masyarakat Bomomani agar menjaga lingkungan sekolah. "Jangan berkeliaran di depan sekolah. Kita jaga bersama. Kepada pemilik hak ulayat, kalau sudah kasih untuk sekolah, kantor Danramil dan Puskesmas, kasih saja. Jangan pegang-pegang ekor lagi," ujarnya.

Ia berpesan kepada kaum muda pemilik tanah agar tidak merampas dan tidak menghalangi proses belajar mengajar. "Kalau sudah ditetapkan untuk pendidikan, jangan dirubah lagi," tegasnya.

Peresmian gedung baru SMP Negeri 1 Mapia diharapkan menjadi langkah awal peningkatan mutu pendidikan di Distrik Mapia dan mendukung terwujudnya visi Dogiyai Cerdas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....