FGD Dorong Penyusunan Masterplan Tailing yang Berkelanjutan di Mimika
- 03 Jul 2026 20:05 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika - Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Sosial Budaya dalam mendukung skema pengangkutan dan pemanfaatan limbah tailing di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, digelar oleh Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (BAPERIDA/BRIDA) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan tim kajian Universitas Cenderawasih. Kegiatan berlangsung di Hotel Horison Diana, Mimika, Jumat 3 juli 2026.
Kajian tersebut merupakan bagian dari penyusunan rekomendasi ilmiah untuk mendukung peninjauan kembali masterplan pengelolaan dan pemanfaatan limbah tailing agar sesuai dengan perkembangan regulasi, tata ruang, serta kondisi sosial masyarakat saat ini. Penelitian dipimpin oleh Ketua Tim Kajian Universitas Cenderawasih, Quincy Kambuaya.
Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena Kepala BRIDA tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa BRIDA mendapat kepercayaan untuk memfasilitasi kajian sebagai bagian dari proses peninjauan ulang masterplan pengelolaan dan pemanfaatan tailing yang dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan terkini.

Darius mengatakan, kajian yang dilakukan tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga aspek sosial budaya yang dinilai sangat penting dalam penyusunan kebijakan pengelolaan tailing di Kabupaten Mimika.
Ia menjelaskan, kajian teknis dilakukan bersama tim ahli yang memiliki kompetensi di bidangnya, sedangkan kajian sosial budaya dilaksanakan oleh Universitas Cenderawasih guna memperoleh pandangan masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap rencana pengangkutan serta pemanfaatan tailing.
Menurutnya, hasil kajian dari kedua aspek tersebut akan menjadi dasar dalam penyempurnaan masterplan sehingga dapat segera diselesaikan dan menjadi pedoman pelaksanaan kebijakan pengelolaan tailing di masa mendatang.

Darius juga menekankan bahwa pengelolaan tailing tidak dapat dilihat semata dari sisi teknis maupun ekonomi. Aspek sosial budaya masyarakat harus menjadi perhatian utama karena masyarakat merupakan pihak yang akan merasakan langsung dampak dari kebijakan tersebut.
Melalui FGD ini, BRIDA mengharapkan seluruh peserta, mulai dari pemerintah, akademisi, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya, dapat memberikan masukan yang konstruktif sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar mampu mendukung penyempurnaan masterplan pengelolaan dan pemanfaatan limbah tailing di Kabupaten Mimika secara adil, transparan, dan berkelanjutan.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....