Bulan Juli–Agustus Jadi Periode Hujan Tertinggi di Kabupaten Mimika

  • 02 Jul 2026 17:58 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Forecaster BMKG Mimika, Fitria Nur Fadilah, pada kamis 2 juli 2026, menjelaskan bahwa secara klimatologis Kabupaten Mimika memiliki karakteristik iklim yang berbeda dengan sebagian besar wilayah Indonesia. Jika di Indonesia bagian barat bulan Juli hingga Agustus identik dengan puncak musim kemarau, maka di Timika justru merupakan periode dengan curah hujan tertinggi.

Menurutnya, Timika tidak mengenal musim kemarau seperti daerah lain. Sepanjang tahun wilayah ini tetap berada dalam kategori musim hujan karena setiap bulannya memiliki curah hujan yang memenuhi kriteria musim hujan.

Fitria menjelaskan, meskipun hujan terjadi sepanjang tahun, terdapat periode puncak hujan yang biasanya berlangsung pada Juli hingga Agustus. Pada masa tersebut intensitas hujan meningkat dan langit lebih sering tertutup awan stratiform yang menyelimuti hampir seluruh wilayah.

Kondisi tersebut menyebabkan sinar matahari lebih jarang terlihat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Berbeda dengan awan cumuliform yang berbentuk menggumpal, awan stratiform cenderung merata sehingga membuat cuaca mendung berlangsung lebih lama.

BMKG menilai kondisi hujan yang mulai sering terjadi saat ini merupakan kondisi normal bagi Timika. Bahkan, apabila pada Juli dan Agustus justru tidak terjadi hujan, hal tersebut perlu menjadi perhatian karena bisa menjadi indikasi adanya pengaruh fenomena iklim seperti El Niño yang membuat atmosfer lebih kering.

Fitria mengungkapkan, pada Juni 2026 masyarakat masih cukup sering menikmati cuaca cerah dibandingkan kondisi normal. Namun memasuki awal Juli, pola hujan mulai kembali mengikuti karakteristik iklim Timika yang basah sepanjang tahun.

BMKG mengimbau masyarakat agar selalu mempersiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas. Meski cuaca tampak cerah ketika berangkat, hujan dapat turun sewaktu-waktu sehingga perlengkapan tersebut penting untuk dibawa setiap hari.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan genangan maupun banjir diminta meningkatkan kewaspadaan. BMKG juga menyarankan setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, uang tunai, senter, peluit, perlengkapan P3K, serta pakaian secukupnya untuk mengantisipasi keadaan darurat.

Fitria menambahkan, berdasarkan catatan BMKG, curah hujan bulanan di Timika pernah mencapai sekitar 683 milimeter pada periode puncak musim hujan. Besaran curah hujan pada Juli dan Agustus tahun ini masih akan dipantau karena dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk potensi pengaruh fenomena El Niño yang dapat berubah dari waktu ke waktu.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....