Hari Raya Galungan di Nabire Jadi Momentum Menang Melawan Diri Sendiri
- 19 Jun 2026 04:11 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Umat Hindu di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melaksanakan ibadah Hari Raya Galungan di Pura Puja Dewata, Rabu 17 Juni 2026 mulai pukul 08.30 WIT. Perayaan yang jatuh pada Budha Kliwon Wuku Dungulan tersebut dimaknai sebagai momentum kemenangan Dharma melawan Adharma atau kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Melalui Dharma Wacana yang disampaikan usai persembahyangan, Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Papua Tengah, Romo Mangku I Dewa Rai Jagatnata, mengajak umat Hindu untuk menjadikan Hari Raya Galungan sebagai momentum kemenangan atas diri sendiri dengan mengendalikan berbagai sifat negatif yang ada dalam diri manusia.
Menurutnya, musuh terbesar manusia sesungguhnya bukan berasal dari luar, melainkan dari dalam diri sendiri. Dalam ajaran Hindu, terdapat enam musuh dalam diri atau Sad Ripu, yakni kama atau hawa nafsu, krodha atau kemarahan, lobha yang berarti serakah dan rakus, moha atau kebingungan serta keterikatan berlebihan, mada atau mabuk akan keduniawian, serta matsarya yang berarti iri hati dan dengki.

“Di era modern seperti sekarang, kemenangan yang paling penting adalah kemenangan atas diri sendiri, yaitu kemampuan untuk mengendalikan Sad Ripu atau enam musuh yang ada dalam diri manusia,” ujar Romo Mangku I Dewa Rai Jagatnata.
Ia mengatakan, rasa iri terhadap keberhasilan orang lain sebaiknya diubah menjadi motivasi untuk terus berkembang. Menurutnya, seseorang tidak boleh merasa susah melihat orang lain bahagia atau justru senang melihat orang lain mengalami kesulitan.
Selain itu, Romo Mangku I Dewa Rai Jagatnata juga mengingatkan pentingnya menjalankan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sesama manusia, serta alam sekitarnya. Dalam masyarakat Bali, konsep tersebut dikenal dengan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

Tak hanya itu, ia juga mengajak umat Hindu untuk mendasari setiap persembahyangan dengan ketulusan dan keikhlasan sebagaimana yang termuat dalam Bhagawad Gita Bab IX Sloka 26.
Menurutnya, besar kecilnya persembahan bukanlah hal yang utama. Ketulusan hati dalam berbhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa menjadi nilai yang lebih penting dalam menjalankan kehidupan beragama.
“Ketika bersembahyang, marilah kita mendasari semuanya dengan ketulusan dan keikhlasan. Kita bisa membawa canang sari, ajengan ajuman, maupun banten dengan berbagai bentuk. Namun, yang terpenting bukanlah besar kecilnya persembahan, melainkan ketulusan hati dalam mempersembahkannya,” katanya.
Melalui peringatan Hari Raya Galungan tahun ini, umat Hindu di Kabupaten Nabire diharapkan dapat terus memperkuat nilai-nilai kebaikan, menjaga keharmonisan dengan sesama, serta menjalankan kehidupan beragama dengan penuh ketulusan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....