Upacara Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Refleksi Kebangsaan di Mimika

  • 01 Jun 2026 14:43 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin 01 juni 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih SP 3, mulai pukul 08.00 WIT.

Upacara berlangsung khidmat dan lancar, dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan satuan institusi keamanan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, serta berbagai unsur masyarakat.

Turut hadir Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, yang mendapat tugas membacakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam rangkaian upacara tersebut.

Dalam amanatnya, Bupati Mimika Johannes Rettob membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya penting dalam menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga relevan sebagai kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Dalam sambutannya disebutkan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Dengan keberagaman yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia mampu tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut, Indonesia disebut memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut melaksanakan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi instrumen diplomasi penting dalam menjembatani perbedaan dan membantu penyelesaian berbagai konflik di tingkat internasional.

Bupati Johannes Rettob juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi simbol atau hiasan semata.

Pada kesempatan tersebut, Johannes Rettob turut menyampaikan apresiasi kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang bertugas dalam upacara Hari Lahir Pancasila 2026. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan arahan BPIP, anggota Paskibra yang bertugas pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2025 kembali dipercaya melaksanakan pengibaran bendera pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini.

“Terima kasih kepada seluruh peserta upacara dan khususnya kepada Paskibra yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Meskipun hampir satu tahun tidak menjalani latihan khusus, mereka mampu menjalankan tugas pengibaran bendera dengan sukses,” ujar Johannes Rettob.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Mimika menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam membangun kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....