Kepala Dinas Pendidikan Papua Tengah: Ini Langkah Nyata Penanganan ATS
- 31 Mei 2026 21:30 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat strategi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan berbagai langkah konkret yang telah berjalan dalam dua tahun terakhir.
Pprogram penanganan ATS di Papua Tengah dinilai semakin terstruktur melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah provinsi, delapan pemerintah kabupaten, serta mitra pendidikan berbasis yayasan yang selama ini aktif di wilayah pedalaman dan pesisir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah, SE menjelaskan bahwa penanganan ATS tidak hanya berfokus pada akses sekolah, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendidikan hingga jenjang lebih tinggi.
Ia menegaskan bahwa tantangan geografis dan sosial di Papua Tengah tidak boleh menjadi penghambat pemenuhan hak pendidikan anak.
“Kami tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi langsung bergerak dengan solusi yang menyentuh akar persoalan,” ujar Nurhaidah.
Program utama yang dijalankan antara lain sekolah gratis untuk SMP, SMA, SMK, dan SLB, yang pada 2026 telah menjangkau puluhan ribu siswa di delapan kabupaten.
Selain itu, pemerintah juga memperluas program asrama pendidikan untuk memastikan anak dari wilayah sulit akses tetap bisa bersekolah dengan layak dan terarah.
Upaya ini diperkuat dengan penempatan guru di wilayah 3T serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui program PPG dan RPL agar kualitas pembelajaran semakin merata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....