Umat Buddha Nabire Gelar Ibadah Hari Waisak Di Vihara Buddha Dharma Karuna

  • 31 Mei 2026 09:41 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Umat Buddha di Kabupaten Nabire melaksanakan persembahyangan dalam rangka peringatan Hari Raya Trisuci Waisak 2570 TB / 2026 di Vihara Buddha Dharma Karuna SP3 Wadio, Nabire Barat, Nabire, Papua Tengah, Minggu (31/5/2026), diikuti oleh umat Buddha dari berbagai wilayah di Nabire.

Rangkaian persembahyangan diawali dengan prosesi pradaksina atau mengelilingi vihara sambil membawa dupa yang menyala sebagai simbol penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha. Dalam prosesi tersebut, umat juga membawa berbagai persembahan berupa lilin teratai, bunga, dupa, dan buah-buahan sebagai wujud bakti serta ungkapan rasa syukur.

Setelah prosesi mengelilingi vihara, kegiatan dilanjutkan dengan membawa persembahan serta penyalaan Lilin Waisak yang melambangkan penerangan batin dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Persembahyangan dipimpin oleh Edi Harrianto. Dalam suasana yang penuh ketenangan dan kekhusyukan, umat bersama-sama memanjatkan doa serta melakukan puja bakti untuk mengenang tiga peristiwa suci dalam kehidupan Sang Buddha, yakni kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan wafat (Parinibbana) Sang Buddha Gotama.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Vihara Buddha Dharma Karuna Nabire, Hendrik Kanisius, membacakan pesan Waisak dari Pimpinan Sangha Agung Indonesia. Dalam pesan tersebut, umat Buddha diajak untuk senantiasa menumbuhkan nilai-nilai cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, serta memperkuat semangat persaudaraan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Hendrik Kanisius berharap momentum Hari Raya Waisak dapat menjadi sarana refleksi bagi umat Buddha untuk terus meningkatkan kualitas diri serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

"Momentum Waisak mengingatkan kita bahwa perdamaian sejati tidak datang dari luar, melainkan tumbuh dari dalam hati yang jernih dan penuh cinta kasih di dalam diri kita masing- masing. Memulai dari diri sendiri, cinta kasih kepada semua makhluk dipancarkan tanpa batas, ke atas, ke bawah dan ke sekeliling; tanpa rintangan, tanpa benci dan tanpa permusuhan (Metta Sutta, Sutta Nipata, Syair 150)," jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, Tema Waisak “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” mengajak semua umat Buddha memahami Dharma secara kontekstual bukan hanya sebatas tekstual. Mengedepankan praktik Dharma daripada hanya sebatas membaca dan menghafalkan Dharma. Cinta kasih harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari yang dikembangkan dari dalam diri dan diterapkan ke sekeliling kita baik dalam keluarga, masyarakat dan kepada semua makhluk pada kehidupan sehari-hari melalui sikap dan tindakan nyata.

"Ajaran Buddha tentang kalimat “sabbe sattā bhavantu sukhitattā” sangat terkenal di kalangan umat Buddha, hendaknya tidak hanya menjadi sebuah slogan. Pesan sederhana ini memiliki makna mendalam bahwa cinta kasih melampaui batas diri, keluarga, suku, agama, ras, antar golongan dan bangsa. Cinta kasih bukan sekadar perasaan, melainkan pilihan aktif dan sadar untuk hadir mempersembahkan kebahagiaan bagi sesama. Cinta bukan sekadar kata, melainkan tindakan nyata yang lahir dari hati yang tulus. Ia hadir dalam sikap saling menghormati, membantu tanpa pamrih, dan memahami tanpa menghakimi. Cinta merupakan praktik tulus dalam menumbuhkan perdamaian," ungkapnya.

Di tengah dunia yang sering dipenuhi konflik dan perbedaan, hendaklah para siswa Buddha mampu menjadikan ajaran tentang cinta kasih sebagai dasar dalam membangun sikap toleransi, saling menghormati, dan menciptakan kehidupan yang damai serta harmonis. Dalam Sigalovada Sutta, kita diajarkan tentang pentingnya hubungan yang harmonis dan saling menghormati. Hidup sesuai etika yang benar untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan damai. Sebuah ajaran yang mengingatkan kita untuk saling asah, asih dan asuh dengan mengedepankan sikap saling bertanggung jawab, menghargai dan menghormati sesama.

"Semoga berkah Waisak membawa kebahagiaan, kesejahteraan, keharmonisan dan kedamaian bagi kita semua, bagi Bangsa Indonesia, dan bagi seluruh dunia. Bahagia masyarakatnya, sejahtera bangsanya, harmonis negaranya, damai Indonesia dan damai bagi dunia. Selamat merayakan Trisuci Waisak 2570 TB / 2026," tutupnya.

Perayaan Waisak di Vihara Buddha Dharma Karuna SP3 Wadio, Nabire, berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan umat Buddha dalam menjalankan ajaran Sang Buddha serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Nabire.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....