Mimika Kembangkan Budidaya Bawang Merah di tengah Tantangan Cuaca

  • 29 Mei 2026 09:09 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika terus memproses pengembangan budidaya bawang merah sebagai upaya mendukung kemandirian pangan daerah. Namun, tingginya curah hujan dan kadar keasaman tanah di Timika masih menjadi tantangan utama dalam pengembangannya Jumat 29 mei 2026.

Kepala Dinas Hortikultura dan Perkebunan Mimika, Abdul Haris Sudharmono, SP., M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (8/5/2026), mengatakan lahan yang disiapkan untuk pengembangan bawang merah berada di wilayah Mimika Baru.

Menurut Haris, curah hujan yang tinggi di Timika menyebabkan tanah memiliki tingkat keasaman cukup tinggi sehingga memerlukan perlakuan khusus sebelum ditanami bawang merah.

“Perlu dilakukan penambahan dolomit atau kapur pertanian untuk menetralkan kadar asam tanah, serta membuat bedengan yang lebih tinggi agar tanaman tidak mudah tergenang air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika sebenarnya pernah berhasil melakukan penanaman bawang merah beberapa tahun lalu. Namun, kendala terbesar muncul pada proses pengeringan pascapanen akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga bawang mudah membusuk.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya berencana menghadirkan alat pengering bawang serta mendorong pengolahan bawang segar menjadi bawang goreng yang dapat dipasok ke restoran maupun rumah makan di Mimika.

“Ini merupakan inovasi yang sudah dilakukan di beberapa daerah lain dan dinilai cukup berhasil,” katanya.

Haris menegaskan program budidaya bawang merah bukan lagi sebatas uji coba, karena sebelumnya hasil panen di Mimika dinilai cukup baik. Bahkan, ia mengaku pernah ikut langsung dalam proses panen bawang merah hasil percobaan tersebut.

Pemerintah daerah juga akan membantu penyediaan benih bawang merah, alat penyiraman atau alkon, serta memberikan pendampingan kepada para petani selama proses budidaya berlangsung.

“Tujuannya untuk mendukung kemandirian pangan. Tidak hanya beras dan ubi, tetapi juga bawang merah sebagai kebutuhan pokok masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui kondisi cuaca ekstrem di Mimika yang sering berubah-ubah, termasuk potensi banjir, masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan komoditas tersebut.

Saat ini, sejumlah komoditas sayuran seperti kangkung, sawi, dan bayam sudah mampu dipenuhi dari hasil produksi lokal. Sementara bawang merah masih didatangkan dari luar daerah.

Pemerintah berharap ke depan Mimika dapat memenuhi kebutuhan bawang merah secara mandiri, bahkan memasok ke wilayah pegunungan dan Kabupaten Asmat.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....