PKK Papua Tengah Ajak Gereja Lindungi Generasi

  • 20 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire -Upaya memperkuat ketahanan keluarga di tengah derasnya perkembangan teknologi digital terus dilakukan Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah. Salah satunya melalui Seminar Pola Asuh Anak yang digelar bersama Kelas Parenting Biro Pelayanan Perempuan KINGMI Klasis Nabire di Gereja KINGMI Jemaat Totamana, Jalan RRI, Kabupaten Nabire, Rabu 20 Mei 2026.

Kegiatan yang diikuti ratusan mama-mama dari berbagai jemaat di wilayah Klasis Nabire itu dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah.

Seminar ini menjadi ruang edukasi bagi para orang tua untuk memperkuat pemahaman mengenai pola pengasuhan yang sehat, khususnya dalam menghadapi tantangan perkembangan anak di era digital yang semakin kompleks. Ketua Panitia pelaksana, Maria Pekei, S.Sos, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari komitmen PKK Papua Tengah dalam meningkatkan kapasitas orang tua agar mampu membangun komunikasi efektif dalam keluarga.

Menurutnya, tantangan pengasuhan saat ini tidak lagi sama seperti masa lalu. Orang tua harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, terutama dalam mengontrol penggunaan teknologi oleh anak.

“Melalui seminar ini kami ingin membekali para orang tua dengan wawasan tentang pola asuh yang tepat, membangun komunikasi harmonis dalam rumah tangga, serta strategi menghadapi tantangan pengaruh teknologi terhadap anak,” ujarnya.

Maria menyebut tingginya antusiasme peserta menunjukkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, terhadap pentingnya pendidikan keluarga sebagai pondasi pembentukan karakter anak sejak dini.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Ketua TP PKK Papua Tengah yang terus hadir mendorong penguatan kualitas keluarga di seluruh wilayah Papua Tengah.

“Kami percaya mama-mama di Papua Tengah adalah perempuan tangguh yang mampu melahirkan generasi berkualitas. Pengetahuan yang diperoleh hari ini harus menjadi bekal nyata dalam mendidik anak-anak di rumah,” katanya.

Seminar menghadirkan dua pemateri utama.

Sebagai pemateri pertama, Nurhaidah Nawipa membawakan materi bertema “Pola Asuh Anak yang Positif di Era Digital dan Pentingnya Waktu Istirahat yang Baik.”

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehadiran teknologi harus disikapi secara bijak. Orang tua tidak boleh membiarkan anak tumbuh tanpa pengawasan hanya karena sibuk dengan aktivitas sehari-hari.

Ia menilai pengasuhan yang sehat dimulai dari kedekatan emosional antara orang tua dan anak, pembatasan penggunaan gawai secara terukur, serta pembiasaan pola hidup disiplin termasuk menjaga waktu tidur yang cukup.

“Anak-anak kita sedang dipersiapkan menjadi pemimpin Papua Tengah di masa depan. Kalau hari ini kita gagal membentuk karakter mereka, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan daerah ini,” tegas Nurhaidah.

Ia menambahkan, tanggung jawab mendidik anak bukan hanya tugas keluarga, tetapi menjadi tanggung jawab bersama gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, gereja juga perlu memberi perhatian serius terhadap pelayanan anak sebagai investasi rohani jangka panjang.

“Pelayanan anak sering dianggap biasa, padahal justru di sanalah masa depan gereja sedang dibentuk. Semua pelayanan sama nilainya di hadapan Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, pemateri kedua dr. Agnes Retno W., Sp.A memaparkan materi tentang pentingnya pola makan bergizi bagi tumbuh kembang anak.

Dalam penyampaiannya, dokter spesialis anak tersebut menjelaskan bahwa asupan nutrisi seimbang sangat menentukan perkembangan fisik, kecerdasan, serta daya tahan tubuh anak.

Ia mengingatkan para orang tua agar lebih cermat memilih makanan yang dikonsumsi anak dan tidak terbiasa memberikan makanan instan secara berlebihan.

“Pola makan sehat adalah investasi jangka panjang. Anak yang mendapatkan gizi cukup akan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dan tumbuh lebih optimal,” jelasnya.

Ketua Biro Pelayanan Perempuan KINGMI Klasis Nabire, Perlindungan Ina Pele, S.Pd, menilai seminar parenting ini sangat relevan dengan kondisi keluarga masa kini.

Menurutnya, banyak orang tua tanpa sadar memberikan kebebasan berlebihan kepada anak untuk menggunakan telepon genggam akibat kesibukan pekerjaan.

“Kadang kita terlalu sibuk sehingga anak dibiarkan bermain handphone berjam-jam. Ini yang harus kita ubah. Ibu memiliki peran terbesar dalam membentuk kebiasaan anak di rumah,” katanya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata dalam keluarga sehingga anak-anak Papua Tengah tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, beriman, dan berkarakter kuat.

Di akhir kegiatan, Nurhaidah Nawipa secara resmi membuka rangkaian Kelas Parenting Biro Pelayanan Perempuan KINGMI Klasis Nabire.

“Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, kegiatan ini saya nyatakan dibuka secara resmi. Tuhan memberkati kita semua. Shalom,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Seminar ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antara PKK Papua Tengah, gereja, dan masyarakat dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus menyiapkan generasi Papua Tengah yang unggul di tengah tantangan era digital.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....