Bupati Waropen Soroti Konektivitas Antar wilayah di Tanah Papua

  • 18 Mei 2026 13:56 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, meminta dukungan penuh dari asosiasi kepala daerah se-Tanah Papua untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Kabupaten Waropen. Saat diwawancarai awak media pada Senin, 18 Mei 2026, Fransiscus menyampaikan bahwa forum asosiasi kepala daerah Papua telah membangun semangat persatuan dalam mewujudkan pembangunan bersama di Tanah Papua.

Menurutnya, perbedaan potensi antar daerah justru menjadi kekuatan besar untuk membangun Papua secara koleif. Ia mengatakan, konsep “satu dalam enam, enam dalam satu” yang disampaikan Ketua Asosiasi menjadi semangat bersama seluruh pemerintah daerah di Papua.

Melalui semangat itu, seluruh kabupaten dan kota diharapkan saling mendukung agar pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Dalam forum tersebut, sejumlah program strategis juga telah disepakati bersama, di antaranya Papua Cerdas, Papua Sehat, serta Papua Produktif. Fransiscus menilai program-program tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat pembangunan manusia dan ekonomi di seluruh wilayah Papua.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa masih ada sejumlah daerah yang membutuhkan perhatian serius, termasuk Kabupaten Waropen yang hingga kini masih masuk kategori daerah 3T. Karena itu, ia berharap daerah-daerah yang sudah lebih maju dapat membantu mendorong percepatan pembangunan di wilayah tertinggal.

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang dihadapi Waropen adalah keterbatasan konektivitas antarwilayah. Hingga saat ini, akses penghubung antardaerah di Papua masih belum sepenuhnya terintegrasi, termasuk konektivitas menuju Nabire, Mamberamo, Sarmi, maupun Jayapura. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah masih mengalami keterisolasian pembangunan.

Selain mendorong pembangunan infrastruktur, Fransiscus juga menyampaikan bahwa fokus pemerintahannya saat ini adalah pembenahan tata kelola pemerintahan dan penguatan aparatur sipil negara (ASN). Ia mengatakan, selama 18 tahun terakhir Waropen mengalami berbagai tantangan sehingga perlu dilakukan pembenahan sistem pemerintahan secara menyeluruh.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Waropen juga mulai fokus menggali potensi sumber daya alam daerah sebagai kekuatan ekonomi masa depan. Fransiscus menyebut sektor kelautan menjadi salah satu prioritas utama, terutama pengembangan komoditas kepiting yang kini mulai diangkat sebagai ikon daerah.

Selain potensi perikanan dan kelautan, Waropen juga memiliki potensi hutan bakau, pertanian, hingga sumber daya tambang seperti emas dan gas alam. Menurut Fransiscus, seluruh potensi tersebut dapat menjadi kekuatan besar untuk mendukung pembangunan Provinsi Papua maupun pembangunan setanah Papua secara keseluruhan.

Sebagai bupati yang baru menjabat, Fransiscus berharap seluruh kekuatan daerah di Papua dapat bersatu membangun wilayah Papua secara bersama-sama, bukan hanya untuk kepentingan satu daerah, tetapi demi kemajuan seluruh Tanah Papua.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....