Kapolres Nabire Tegaskan Tidak Ada Instruksi Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi”

  • 15 Mei 2026 17:25 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K menanggapi pemberitaan terkait dugaan pembubaran kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” yang berlangsung di lingkungan Gereja KSK Bukit Miriam, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kapolres menegaskan, hingga saat ini pihak Polri tidak pernah menerima instruksi ataupun arahan dari pimpinan untuk melarang maupun membubarkan kegiatan nobar tersebut.

“Bahwa kita dari Polri sampai saat ini tidak ada instruksi atau petunjuk dari pimpinan untuk membubarkan atau melarang kegiatan nobar terkait film Pesta Babi,” ujar AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, Jumat 15 Mei 2026.

Menurut Kapolres, selama kegiatan dilaksanakan di dalam ruangan dan tidak mengganggu ketertiban umum maupun arus lalu lintas, maka pihak kepolisian tidak akan melakukan tindakan pembubaran ataupun penertiban.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut juga diketahui dikoordinir oleh pihak gereja sehingga pada prinsipnya tetap dihormati selama berjalan aman dan tertib.

“Pada prinsipnya kegiatan itu apabila dilakukan di suatu ruangan tanpa mengganggu arus lalu lintas ataupun mengganggu kamtibmas di wilayah hukum Polres Nabire, apalagi ini dikoordinir oleh bapak Romo di ruang aula gereja, ya kita tidak akan melakukan pembubaran atau penertiban,” katanya.

Meski demikian, Kapolres tetap mengimbau panitia dan peserta kegiatan agar menjaga ketertiban serta memperhatikan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

“Yang kita imbau di sini, kegiatan yang ada tolong dilakukan dengan tertib. Jangan sampai mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Kapolres juga menilai informasi yang menyebut TNI-Polri melakukan pembubaran kegiatan merupakan fakta yang dipelintir dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Jadi ini sudah diputarbalikkan fakta, seolah-olah TNI-Polri membubarkan. Kalau instansi lain yang membubarkan ya silakan saja, kalau kita pada prinsipnya tidak ada instruksi,” tegasnya.

Sebelumnya, rencana pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” di Nabire menjadi perhatian publik setelah muncul informasi adanya dugaan tekanan terhadap panitia kegiatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....