Ekspor Mimika Meningkat, Bupati Dorong Konsistensi Produksi.

  • 15 Mei 2026 12:45 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob, saat di temui awak media , ia menyampaikan bahwa mengaku cukup terkejut melihat potensi ekspor hasil perikanan daerah yang dinilai sangat besar dan terus mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan UMKM Go Internasional dan seremonial ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor di Timika.

Menurut Johannes Rettob, Mimika sebenarnya memiliki kemampuan besar dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor, namun selama ini belum ditata secara maksimal. Ia menilai pemerintah daerah harus lebih serius memberikan perhatian dan konsentrasi terhadap pengembangan sektor ekspor daerah.

Bupati menjelaskan, berdasarkan laporan dari Bea Cukai, pada tahun lalu total ekspor mencapai 21 ton, sementara hingga Mei tahun ini sudah mencapai 19 ton. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa Mimika memiliki peluang besar untuk meningkatkan volume ekspor ke depan.

Namun demikian, Johannes Rettob mengingatkan bahwa sebagian besar komoditas yang diekspor saat ini masih berasal dari hasil tangkapan alam. Jika terus mengandalkan hasil tangkapan, dikhawatirkan ketersediaan komoditas akan semakin sulit di masa mendatang. Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong program budidaya agar ekspor dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, Bea Cukai, dan Karantina dalam mendukung pengembangan pasar ekspor di Mimika. Menurutnya, para pelaku usaha tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah, terutama dalam persoalan perizinan maupun pemasaran.

Ia mencontohkan adanya permintaan pasar yang cukup tinggi, terutama saat perayaan Imlek, di mana kebutuhan ekspor kepiting bakau bisa mencapai sembilan ton per hari. Namun tantangan terbesar saat ini adalah menjaga konsistensi pasokan agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi.

Johannes Rettob juga memberikan apresiasi kepada pihak Karantina dan Bea Cukai yang dinilai telah bekerja maksimal membantu pelaku UMKM dan masyarakat Mimika dalam membuka akses pasar ekspor. Ia menyebut langkah kolaborasi yang dilakukan kedua instansi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus didukung bersama.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Mimika berencana membentuk sebuah klinik ekspor yang nantinya menjadi pusat pendampingan bagi pelaku usaha lokal. Klinik ekspor tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat dalam pengurusan administrasi, pemasaran, hingga pengembangan usaha agar produk-produk Mimika mampu bersaing di pasar internasional.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....