MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Mama-Mama Papua di Kalibobo Nabire
- 14 Mei 2026 13:57 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah Kelompok Kerja Perempuan, Mirna Hanebora melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nabire untuk menjaring aspirasi kaum perempuan dan masyarakat umum, Rabu 13 Mei 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung PAUD Silo, Jalan Christina Marta Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire itu dihadiri mama-mama asli Papua, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta sejumlah rombongan dari MRP Papua Tengah dengan moderator Adriana Sahempa.
Dalam kesempatan itu, Mirna Hanebora menegaskan bahwa penjaringan aspirasi dilakukan untuk memastikan suara Orang Asli Papua benar-benar didengar dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan daerah. “Kami ingin memastikan aspirasi masyarakat, khususnya perempuan, adat dan agama dapat tersampaikan dengan baik dan nantinya diperjuangkan kepada pemerintah maupun legislatif,” ujarnya.
Menurut Mirna, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua saat ini perlu mendapat perhatian serius, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga keamanan. Ia mengatakan, MRP sebagai lembaga kultural memiliki tanggung jawab untuk mengawal hak-hak dasar Orang Asli Papua melalui kebijakan Otonomi Khusus.
Ia berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan lembaga terkait. “Kita harus dengar apa yang masyarakat mau dan kita kerja melayani mereka. Kalau aspirasi ini ditindaklanjuti, masyarakat juga akan merasa diperhatikan,” katanya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan perempuan Papua turut mengemuka. Mulai dari rendahnya kesejahteraan, terbatasnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda Papua, hingga meningkatnya angka kemiskinan. Mirna menilai dana Otonomi Khusus yang diberikan pemerintah pusat harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua.
“Dana otsus ini harus mampu menyelamatkan kehidupan masyarakat Papua dan dipakai untuk melindungi hak-hak dasar Orang Asli Papua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Perempuan Nabire, Oktovina Woromboni menyampaikan apresiasi kepada MRP Papua Tengah yang telah memilih Kalibobo sebagai lokasi kunjungan kerja dan penjaringan aspirasi.

Ia berharap aspirasi mama-mama Papua dapat diwujudkan melalui program nyata pemerintah, khususnya terkait pemberdayaan ekonomi perempuan Papua.
“Kami minta mama-mama Papua punya tempat jualan yang layak dan modern supaya bisa bersaing. Jangan lagi jualan di pondok dengan atap seng berlubang,” katanya.
Selain itu, Oktovina juga meminta pemerintah memberikan pendampingan dan pelatihan keterampilan bagi perempuan Papua, seperti pelatihan memasak untuk usaha katering, pembuatan noken, hingga bantuan langsung tunai melalui dana otsus.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok berdasarkan unsur perempuan, agama, adat dan pemuda. Hasil diskusi tersebut nantinya akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah dan legislatif sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan di Papua Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....