Jaga Nabire Kondusif, Kepala Suku Besar Mee Imbau Mahasiswa Kedepankan Dialog
- 10 Mei 2026 15:56 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi oleh mahasiswa Dogiyai di Kabupaten Nabire, Kepala Suku Besar Mee Wilayah Meepago, Melkias Keiya, mengeluarkan imbauan penting demi menjaga stabilitas keamanan di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.
Melkias Keiya meminta agar mahasiswa yang berada di Kota Studi Nabire mengedepankan jalur audiensi dan dialog melalui perwakilan koordinator, ketimbang melakukan aksi turun ke jalan dengan massa besar.
“Aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan besok cukup melalui audiensi dan dialog yang bermartabat oleh perwakilan kepada pihak berwenang, dalam hal ini pemerintah dan legislatif,” ujar Melkias Keiya kepada awak media, Minggu 10 Mei 2026.
Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk meminimalisir risiko gesekan di lapangan yang dapat mengganggu aktivitas publik.
“Ini supaya menghindari kerumunan massa yang berpotensi memicu bentrokan dan mengganggu aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat luas,” tambahnya.
Utamakan Kedamaian dan Tanggung Jawab Bersama
Lebih lanjut, tokoh sentral masyarakat Mee ini mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) agar tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya cara-cara yang santun dan menjunjung tinggi nilai kedamaian.
“Kalau pun ada aksi, saya minta tidak ada aksi anarkis ataupun provokasi di lapangan,” tegas Melkias dengan nada lugas.
Menutup keterangannya, Melkias Keiya mengingatkan bahwa keamanan di Nabire sebagai jantung Papua Tengah merupakan tanggung jawab kolektif. Keamanan adalah kunci utama agar roda kehidupan masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi, dapat terus berjalan tanpa rasa was-was.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....