Timika Jadi Lokasi Perdana Pelatihan AI Ignition 2026 di Papua

  • 30 Apr 2026 18:21 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Pembukaan AI Ignition Program 2026 wilayah Timika resmi digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Kamis 30 april 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 277 peserta yang terdiri dari Apprentice IPN Nemangkawi, pelajar SMK, mahasiswa, hingga pencari kerja.

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ananias Faot, yang mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otsus Papua Velix Wanggai, EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma, serta para narasumber dan fasilitator.

Dalam Sesi wawancara dengan awak media, Ananias Faot menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai program ini sangat penting dalam memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku usaha di Kabupaten Mimika.

“Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan manfaat besar dalam mendorong pemanfaatan digitalisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KEPP Otsus Papua, Velix Wanggai, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong percepatan pembangunan di tanah Papua. Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam mewujudkan Papua yang cerdas, sehat, dan produktif.

Ia juga menekankan bahwa kemajuan teknologi, khususnya AI, harus dimanfaatkan sebagai terobosan dalam pembangunan. “Kita tidak bisa lagi hanya menggunakan cara-cara konvensional. Dibutuhkan pendekatan baru, desain baru, dan cara kerja baru dalam mencapai target pembangunan,” jelasnya.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otsus Papua Velix Wanggai, menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis karena seluruh peserta akan memperoleh sertifikat bertaraf internasional dari Google, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

Dari pihak industri, EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyatakan dukungan penuh terhadap program pengembangan sumber daya manusia di Papua. Menurutnya, investasi pada manusia menjadi hal penting mengingat industri pertambangan memiliki masa operasional terbatas.

“Pengembangan SDM adalah kunci agar masyarakat tetap mampu berkembang dan mandiri, bahkan setelah aktivitas industri berakhir,” ujarnya.

Peserta pelatihan juga menyambut positif kegiatan ini. Salah satu peserta, Albertus Magal, mengaku pelatihan AI sangat relevan dengan bidang yang sedang ia tekuni.

“Ini sangat penting karena AI sudah digunakan di dunia kerja, termasuk di bidang mesin. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.

Hal senada disampaikan Maria Kambuaya, guru SMK Hermon jurusan teknik pertambangan. Ia menilai pelatihan ini membantu para tenaga pendidik dalam memanfaatkan AI untuk proses pembelajaran.

“AI sangat membantu dalam menyusun materi agar lebih efektif dan mudah dipahami siswa. Harapannya program ini terus berlanjut agar penggunaan AI bisa lebih bijak, terutama bagi generasi muda,” ungkapnya.

Pelatihan AI Ignition 2026 ini menjadi langkah awal transformasi digital di Papua, sekaligus bukti kuat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan mitra internasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di era teknologi. (Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....