Koordinasi Lintas Sektor, Kemenag Mimika Ingatkan Pentingnya Nilai Keimanan

  • 30 Apr 2026 16:26 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – Kegiatan koordinasi lintas sektor dan lembaga terkait di Kabupaten Mimika yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kamis 30 april 2026, di Hotel Horison Ultima Timika, menjadi momentum penguatan kolaborasi dalam membangun ketahanan keluarga.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Dukcapil Mimika Slamet Sutejo, Ketua Pengadilan Negeri Timika Putu Mahendra, perwakilan Kejaksaan Negeri Mimika Reinaldo Sampe, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Mimika, Gabriel Rettobyaan, S.Ag.

Saat diwawancarai awak media, Gabriel Rettobyaan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membina keluarga, khususnya bagi generasi muda yang akan membangun rumah tangga.

Ia menyampaikan bahwa peran Kementerian Agama sebagai pelaksana pembinaan keagamaan sangat penting dalam mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

“Pembentukan keluarga tidak bisa instan. Anak muda perlu pendampingan sebelum menikah, agar memahami peran sebagai suami dan istri. Menjadi orang tua itu tidak mudah, butuh proses dan kematangan,” ujarnya.

Menurutnya, kebahagiaan dalam rumah tangga bukan semata soal materi, melainkan proses kebersamaan yang dilandasi nilai spiritual dan keimanan.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada pasangan yang sempurna. Karena itu, setiap pasangan diharapkan mampu saling menerima kekurangan dan membangun kehidupan rumah tangga dengan komunikasi yang baik.

“Suami dan istri sama-sama tidak sempurna. Justru dari situ mereka belajar saling melengkapi. Jangan fokus pada kekurangan, tapi pada hal baik yang bisa membangun keluarga,” katanya.

Lebih lanjut, Gabriel menekankan pentingnya nilai spiritual sebagai fondasi utama dalam keluarga. Ia berharap setiap keluarga membiasakan kehidupan religius, seperti berdoa bersama dan membangun kedekatan dengan Tuhan.

Selain itu, ia juga mendorong adanya program pembaruan janji nikah di masing-masing lembaga keagamaan sebagai upaya memperkuat kembali komitmen pasangan suami istri.

“Kebahagiaan rumah tangga tidak datang begitu saja, tetapi harus diupayakan. Jika pasangan menjalankan ajaran agama dengan baik, maka kehidupan rumah tangga akan lebih harmonis,” tambahnya.

Terkait tingginya angka perceraian, ia menilai semua pihak, termasuk lembaga keagamaan, memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendampingan dan pemulihan bagi pasangan yang mengalami masalah rumah tangga.

Ia menegaskan bahwa komunikasi yang jujur dan terbuka menjadi kunci utama dalam menjaga keutuhan rumah tangga.

“Perkawinan adalah sesuatu yang suci dan sakral. Dibutuhkan kejujuran dan keterbukaan antara suami dan istri. Jika ada yang disembunyikan, di situlah potensi konflik akan terus muncul,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antar lembaga dapat terus diperkuat guna menciptakan keluarga yang tangguh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Mimika.(Sandra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....