Cap Go Meh 2026 Resmi Dibuka, UMKM Kuliner Dongkrak Ekonomi Nabire
- 18 Apr 2026 06:50 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Festival Cap Go Meh 2026 resmi dibuka di Aula dan Lapangan Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Jumat 17 Maret 2026, dengan melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal.
Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Dandim, Dandrem, perwakilan perbankan, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hingga sore hari.
Selain menjadi perayaan budaya, festival ini juga dimanfaatkan sebagai ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelibatan UMKM lokal, khususnya di sektor kuliner.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nabire, Anthony Wijaya, mengatakan bahwa konsep festival tahun ini masih menitikberatkan pada pemberdayaan UMKM dengan harapan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Pada prinsipnya konsep kita tidak banyak berubah, masih menekankan ke pemberdayaan UMKM. Jadi kita melibatkan banyak UMKM kuliner untuk bergabung di event ini. Jadi yang membedakan tahun ini kita didukung oleh pihak-pihak provinsi. Sehingga kami berharap agar kegiatan ini impact-nya makin besar untuk masyarakat, buat perputaran ekonomi di Nabire dan Papua Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival tahun ini diperpanjang menjadi tiga hari, berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya berlangsung selama dua hari. Selain itu, panitia juga menghadirkan berbagai lomba bagi anak-anak serta melibatkan band dari sekolah-sekolah di Nabire untuk memeriahkan acara.

Festival Cap Go Meh 2026 diikuti sekitar 80 pelaku UMKM, dengan sekitar 30 persen di antaranya merupakan Orang Asli Papua (OAP) yang diberikan ruang untuk berjualan dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.
Salah satu pelaku UMKM, Noni Awek, yang menjual sinole —makanan tradisional berbahan dasar sagu—mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan dalam festival ini.
“Kalau dari saya senang, terus bersyukur juga karena dari Cap Go Meh ini mereka berikan wadah untuk kami orang Papua bisa berjualan di sini itu tidak gampang sebenarnya, karena kita harus bersaing dengan orang-orang luar juga, tapi dengan kegiatab begini mereka kasih tempat, kasih wadah yang gratis untuk kami,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu pelaku usaha lokal, terutama dalam memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Festival Cap Go Meh 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Nabire dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....