Lembaga Pendidikan Lama di Papua Diminta Bangkit dan Diperkuat
- 17 Apr 2026 20:37 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika — Kegiatan lokakarya pendidikan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 14 hingga 16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn Timika dan ditutup di Aula Keuskupan Mimika, menghasilkan sejumlah penegasan penting terkait arah pengembangan pendidikan di daerah.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat diwawancarai usai penutupan kegiatan, menekankan pentingnya peran lembaga keagamaan, khususnya Gereja Katolik, dalam sejarah dan perkembangan pendidikan di Papua, terutama di wilayah Mimika, Mee Pago, dan Kamoro.
Menurutnya, Gereja Katolik merupakan pelopor pendidikan yang pertama hadir dan membuka akses pendidikan bagi masyarakat lokal. Karena itu, perannya dinilai sangat besar dan perlu terus diperkuat di tengah perkembangan zaman.
“Ini mitra yang sangat potensial. Gereja Katolik adalah yang pertama membuka pendidikan di wilayah ini. Peran mereka sangat besar,” ujar Emanuel.
Namun demikian, ia mengakui bahwa seiring perkembangan, peran tersebut mulai mengalami tantangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan tidak hanya kepada Gereja Katolik, tetapi juga kepada seluruh lembaga keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah akan difokuskan pada kesiapan lembaga, terutama yang melibatkan dan memberdayakan Orang Asli Papua (OAP).
“Yang penting adalah kesiapan mereka. Khususnya lembaga yang benar-benar melibatkan orang asli di sini, itu yang akan kita dukung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Emanuel menyebut sejumlah lembaga pendidikan yang telah lama berkontribusi di Papua, seperti YPPK, YPK, YPPGI, dan YAPIS. Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut merupakan pilar pendidikan yang sudah teruji, namun selama ini belum mendapat perhatian maksimal.
“Ini lembaga-lembaga pendidikan tertua di Papua. Tinggal kita perkuat, kita kolaborasi dengan mereka, dan pemerintah wajib memberikan perhatian,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa dengan adanya dana otonomi khusus, peluang untuk memperkuat sektor pendidikan semakin terbuka lebar. Tinggal bagaimana kesiapan dan sinergi semua pihak dalam memanfaatkan peluang tersebut.
Menanggapi ajakan dari pihak gereja agar pemerintah terus mendukung pendidikan, Emanuel menyatakan komitmennya bersama Bupati Mimika untuk terus mendorong kemajuan pendidikan di daerah.
“Kita sepakat untuk terus mendukung. Semangatnya sudah ada, tinggal bagaimana kita padukan agar mimpi-mimpi masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum lokakarya ini menjadi pintu masuk untuk menghadirkan berbagai terobosan dalam dunia pendidikan, baik di Mimika secara khusus maupun di Papua Tengah secara umum.
“Kita harus sambut peluang ini dengan baik, untuk melakukan terobosan-terobosan dalam memajukan pendidikan,” tutupnya. (Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....