Pengawasan MBG Diperketat, 11 SPPG di Mimika Disuspend sementara
- 14 Apr 2026 18:09 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mimika, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya menjelang agenda monitoring lapangan. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Satgas MBG Kabupaten Mimika, pada hari selasa 14 april 2026, kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai III kantor pusat pemerintahan yang membahas teknis pelaksanaan kegiatan monitoring yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kemong menjelaskan, monitoring difokuskan pada memastikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih berjalan maupun yang sementara dihentikan. Dari total 18 SPPG yang ada, sebanyak 11 unit saat ini berstatus suspend atau dihentikan sementara akibat belum terpenuhinya persyaratan administrasi dan teknis.
“SPPG yang disuspend bukan berhenti permanen, tetapi karena ada kelengkapan administrasi dan persyaratan yang belum dipenuhi. Jika sudah dilengkapi, maka dapat kembali beroperasi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari 18 SPPG yang tersebar di empat distrik, hanya 7 unit yang masih aktif beroperasi. Sementara itu, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah preventif guna menghindari risiko yang dapat berdampak pada kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak.
Kemong menegaskan, aspek yang menjadi perhatian utama dalam evaluasi meliputi kelengkapan dokumen, sertifikasi, standar sanitasi, hingga kualitas dapur dan tenaga pengelola. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi dan kesehatan.
“Prinsipnya kita melakukan pencegahan. Jangan sampai terjadi hal-hal seperti keracunan makanan yang bisa menimbulkan opini negatif di masyarakat,” katanya.
Selain pengawasan, pemerintah daerah juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat program MBG. Ia mengakui masih adanya stigma negatif di masyarakat yang menganggap program tersebut berisiko, akibat informasi yang tidak tepat.
“Padahal tujuan utama program ini adalah menciptakan generasi yang sehat dan cerdas, sesuai dengan program nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, menyebutkan bahwa monitoring yang dilakukan Satgas bertujuan untuk melihat langsung kondisi operasional SPPG serta penerima manfaat di sekolah.
Ia menjelaskan, saat ini program MBG di Mimika baru menjangkau empat distrik, yakni Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, dan Mimika Timur, dengan total sasaran mencapai sekitar 44 ribu penerima manfaat, termasuk peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
“Dari 18 SPPG, sebanyak 11 unit disuspend sementara, mayoritas karena kendala instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Ini penting karena selain makanan bergizi, lingkungan juga harus sehat,” jelasnya.
Nalensius menambahkan, pihaknya berharap adanya dukungan dari Satgas dan pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan fasilitas, sehingga layanan MBG dapat segera diperluas ke seluruh distrik di Mimika.

Di sisi lain, Kepala Loka POM di Kabupaten Mimika, Rudolf Surya P. Bonay, menegaskan bahwa pihaknya turut melakukan pengawasan dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan baku hingga makanan diterima oleh masyarakat.
Menurutnya, pengawasan ini penting untuk mencegah kejadian luar biasa seperti keracunan pangan, yang sebelumnya pernah terjadi di daerah lain. Ia menekankan pentingnya pengawasan internal dan eksternal serta kesiapan penanganan jika terjadi insiden.
“Kita tidak berharap terjadi, tetapi harus siap. Pengujian laboratorium dan koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan keamanan pangan,” ujarnya.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara Badan POM, pemerintah daerah, dan Satgas agar program MBG dapat berjalan optimal serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Dengan evaluasi dan pengawasan yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Mimika optimistis program MBG dapat berjalan sesuai standar dan secara bertahap diperluas hingga menjangkau wilayah pedalaman. (Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....