Putar Kopi Seri II Dorong Anak Muda Papua Kembangkan Industri Kreatif Kopi
- 28 Mar 2026 20:36 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Ajang Putar Kopi Seri II di Nabire, Papua Tengah, tidak hanya menjadi kompetisi meracik kopi, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda dalam mengembangkan industri kreatif berbasis komoditas lokal.
Kegiatan yang digelar di Komoke Kafe, Jalan Merdeka ini diikuti oleh 24 barista lokal yang berkompetisi dalam dua kategori, yakni manual brew dan latte art. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari teknik penyeduhan hingga kreativitas visual dalam penyajian kopi.
Memasuki babak final, persaingan berlangsung ketat. Pada kategori latte art, perwakilan dari kedai kopi Home Room mendominasi podium juara. Andika Rama Saputra berhasil meraih juara pertama dengan skor 410 poin, disusul Hardi di posisi kedua dengan 356 poin, serta Setia dari Suarasa di posisi ketiga dengan 353 poin.

Sementara itu, pada kategori manual brew, Rudi Saenteni tampil unggul dan berhasil meraih juara pertama berkat konsistensi teknik serta cita rasa kopi yang dihasilkan.
Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Raweyai, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai ajang ini mampu mendorong tumbuhnya pelaku usaha muda di sektor kopi.
“Kegiatan putar kopi ini luar biasa sekali, apresiasi untuk teman-teman panitia dan juga peserta juri. Antusiasmenya luar biasa dan ini menunjukkan bahwa dari kopi ini juga menumbuhkan industri kreatif UMKM untuk anak-anak muda di Papua Tengah,” ujar Nancy.
Nancy menambahkan, keberhasilan di bidang kopi tidak hanya ditentukan oleh keterampilan, tetapi juga sikap dan kemauan untuk terus belajar.

“Untuk anak-anak muda, peluangnya ada. Tapi kita juga perlu mempunyai attitude yang bagus untuk kita bisa memulai ini. Jadi kita harus belajar bagaimana menjadi barista yang baik dan mengelola usaha ini dengan baik,” tambahnya.
Ia juga mendorong adanya kampanye untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kopi lokal Papua agar mampu bersaing dengan produk luar daerah.
Di sisi lain, juara pertama kategori manual brew, Rudi Saenteni, mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari proses panjang dan eksplorasi rasa yang terus dilakukan.
“Walaupun kita tidak tahu kita lolos atau tidak, pasti kita tetap harus persiapkan. Kita cari rasa kopi yang sesuai, ngulik-ngulik dan belajar terus,” ungkap Rudi.
Rudi menyebut, motivasi terbesarnya datang dari diri sendiri serta kecintaannya terhadap dunia kopi.
“Dari diri sendiri, itu semangat. Senang saja kalau lagi di bar. Untuk teman-teman barista lainnya, tetap semangat saja,” katanya.
Melalui ajang Putar Kopi Seri II, komunitas kopi di Nabire diharapkan semakin solid dan mampu menjadi motor penggerak industri kreatif berbasis kopi di Papua Tengah. Dengan potensi kopi yang melimpah, peluang bagi generasi muda untuk berkembang di sektor ini dinilai masih sangat terbuka lebar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....