Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Timika Naik 7–8 Persen, PELNI Siapkan Tiga Kapal

  • 26 Mar 2026 17:29 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,MIMIKA — Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko menyampaikan bahwa PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang pada arus mudik Lebaran tahun ini dibandingkan hari-hari biasa maupun periode sebelumnya. Kenaikan tersebut berada di kisaran 7 hingga 8 persen, Pada hari Jumat 20 Maret 2026.

Kepala Cabang PELNI menyebutkan, jumlah penumpang arus balik pada periode 2024 hingga 2026 saat ini telah mencapai sekitar 2.600 orang. Lonjakan tertinggi tercatat pada 24 Februari lalu saat KM Leuser mengangkut hingga 893 penumpang.

Sementara itu, untuk keberangkatan terbaru, KM Sirimau yang berangkat kemarin sekitar pukul 10.00 WIT mencatat penjualan tiket sebanyak 618 penumpang. Adapun KM Tatamailau juga masih beroperasi dengan jumlah penumpang sekitar 400 orang untuk arus mudik.

Dalam menghadapi arus mudik Lebaran, PELNI menyiapkan tiga armada utama yakni KM Sirimau, KM Tatamailau, dan KM Sabuk Nusantara 75. Ketiga kapal tersebut dioperasikan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat selama periode mudik.

PELNI juga memastikan bahwa kapasitas penumpang masih berada dalam batas aman. Jika terjadi kelebihan kapasitas, pihaknya dapat menggunakan dispensasi dari Kementerian Perhubungan sebesar 30 hingga 40 persen dari kapasitas kapal. Namun hingga saat ini, jumlah penumpang masih di bawah batas dispensasi tersebut.

Dijelaskan pula bahwa pergerakan penumpang dari dan menuju Timika tidak terlalu signifikan karena pelabuhan ini merupakan pelabuhan antara setelah Merauke. Selain itu, karakteristik masyarakat di wilayah Papua, khususnya Timika, juga mempengaruhi pola mudik yang tidak sebesar saat Natal dan Tahun Baru.

Untuk pengamanan, PELNI telah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut melalui perjanjian kerja sama dengan Kepala Staf Angkatan Laut. Pengamanan dilakukan terutama saat proses embarkasi dan debarkasi penumpang di pelabuhan.

Selain itu, PELNI juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak seperti TNI, Polri, Satpol PP, dan pemerintah daerah untuk menjaga keamanan di area pelabuhan, termasuk pengawasan di pintu masuk dermaga agar hanya penumpang bertiket yang dapat masuk.

Terkait tarif, PELNI memberikan diskon tiket sebesar 30 persen yang telah dibuka sejak 11 Februari dan berlaku hingga 5 April 2026 untuk keberangkatan. Namun, jika kuota diskon habis sebelum tanggal tersebut, maka tarif akan kembali normal.

PELNI mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal, minimal dua hari sebelum keberangkatan, guna memastikan ketersediaan tempat duduk. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi resmi PELNI Mobile.

Untuk pembayaran tiket, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai metode, di antaranya melalui layanan perbankan seperti BRI, Mandiri, dan sebagainya, serta bisa juga melalui aplikasi mobile banking seperti BRImo dan Livin’ by Mandiri. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan melalui layanan digital seperti BRILink dan dompet digital seperti GoPay.

PELNI kembali menegaskan bahwa penjualan tiket tidak dilakukan melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, maupun Instagram. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk hanya menggunakan kanal resmi guna menghindari penipuan.(SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....