Musrenbang Distrik Jita Bahas 129 Usulan Pembangunan untuk Tahun 2027
- 08 Mar 2026 18:31 WIB
- Nabire
RRI CO ID, Mimika - Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Distrik Jita menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Jita Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Kanguru, Jumat 06 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menampung berbagai usulan pembangunan dari masyarakat sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan daerah tahun 2027.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pembangunan di wilayah Distrik Jita. Ia mengucapkan terima kasih kepada para kepala kampung, Bamuskam, aparat keamanan, kepala puskesmas beserta tenaga kesehatan, serta para kepala sekolah yang selama ini telah bekerja dan melayani masyarakat di distrik tersebut.
Menurut Regina, kehadiran seluruh unsur tersebut sangat penting dalam mendampingi masyarakat serta menyusun perencanaan pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa berbagai usulan yang disampaikan masyarakat melalui kepala kampung dan perangkat distrik akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rencana pembangunan Kabupaten Mimika tahun 2027.
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa program yang diusulkan pada Musrenbang tahun sebelumnya kemungkinan telah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun ini dan akan direalisasikan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sementara itu, usulan yang belum terealisasi dapat kembali didorong agar masuk dalam perencanaan pembangunan tahun berikutnya.
Regina menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung setiap program pemerintah yang dilaksanakan di daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada dukungan masyarakat dalam menjalankan dan menjaga program yang telah dilaksanakan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika melalui visi dan misi Bupati mengarahkan pembangunan dengan konsep “dari kampung ke kota.” Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui Bappeda saat ini tengah menyiapkan berbagai data pendukung pembangunan, termasuk survei potensi distrik dan kampung yang akan dilaksanakan pada tahun ini.
Menurutnya, kepala daerah membutuhkan data yang lengkap mengenai potensi setiap distrik dan kampung agar program pembangunan dapat disusun secara tepat dan maksimal. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Ia juga menambahkan bahwa tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) telah menyiapkan sebagian data kampung. Namun untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai potensi wilayah, pemerintah akan melaksanakan survei potensi distrik sehingga arah pembangunan dapat lebih terarah.
Regina berharap dalam tiga tahun ke depan, setelah data pembangunan tersusun dengan baik, program pembangunan yang berorientasi dari kampung ke kota dapat mulai dijalankan secara maksimal sehingga pembangunan di wilayah pesisir dan pegunungan dapat semakin diperkuat.
Dalam kesempatan tersebut, Regina juga menjelaskan bahwa jumlah usulan pembangunan yang masuk dalam Musrenbang Distrik Jita mencapai 129 usulan yang berasal dari berbagai kampung di Distrik Jita. Usulan-usulan tersebut mencakup berbagai sektor pembangunan, seperti infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, serta penguatan pelayanan publik di kampung-kampung.
“Totalnya ada 129 usulan. Memang belum dipisahkan per subbidang, tetapi seluruh usulan ini menjadi dasar perencanaan pembangunan untuk tahun 2027,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Jita Suto H. Rontini menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap program pembangunan pemerintah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di kampung-kampung sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.
Suto juga mengingatkan kepada para kepala kampung dan masyarakat agar tidak lagi meminta pembayaran tanah ketika pemerintah hendak membangun fasilitas umum.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menghambat proses pembangunan yang bertujuan untuk kepentingan bersama.Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini berbagai proses pembangunan di Distrik Jita dapat berjalan dengan baik karena adanya dukungan masyarakat yang memberikan lahan secara sukarela untuk pembangunan fasilitas pemerintah.
.webp)
Selain itu, Suto juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah, khususnya fasilitas kesehatan dan pendidikan. Ia meminta masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi tenaga kesehatan maupun guru yang bertugas di kampung-kampung.
“Jika tenaga kesehatan dan guru merasa aman dan nyaman, mereka akan tetap bertugas dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Namun jika tidak, maka pelayanan kesehatan dan pendidikan akan terganggu,” katanya.
Suto juga menjelaskan bahwa kegiatan upacara yang dilaksanakan setiap tahun secara bergilir di kampung-kampung memiliki tujuan untuk mempersiapkan lahan fasilitas umum, seperti lapangan upacara yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas lainnya.
Menutup kegiatan tersebut, Kepala Distrik Jita Suto H. Rontini secara resmi menutup Musrenbang Distrik Jita Tahun 2026 sekaligus menandatangani berita acara hasil penetapan sebanyak 129 usulan pembangunan masyarakat Distrik Jita dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Mimika tahun 2027.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Regina Wenda bersama tim asistensi Bappeda Mimika yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Suto turut menyampaikan permohonan maaf karena pelaksanaan Musrenbang kali ini harus digelar di kota akibat kondisi cuaca ekstrem serta keterbatasan waktu.(SAN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....