Warga Diajak Jaga dan Lestarikan Hutan Sumber Air

  • 28 Feb 2026 00:32 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Masyarakat yang bermukim di bantaran kali Nabire, kembali diingatkan apabila hujan deras lebih dari dua jam agar tetap waspada.

Warga di bantaran kali Nabire dihimbau waspada terhadap dampak galian C seperti longsor, erosi, dan banjir karena kegiatan penambangan material seperti pasir dan batu dapat mengikis tanah bantaran dan mengganggu struktur lingkungan sungai.

Direktur Perusahan Air Minum Daerah (Perumda) Kabupaten Nabire, John Monim Kepada RRI Jumat 27 Februari 2026 menjelaskan bahwa abrasi dan erosi adalah proses pengikisan tanah akibat hantaman gelombang dan arus sungai dapat membentuk tebing merusak struktur tanah di bantaran, dan memicu longsor, hal ini juga dapat terdapat pada kerusakan pipa air milik PDAM.

“Hal ini tentunya menciptakan risiko kerusakan lingkungan dan membahayakan keselamatan penduduk yang tinggal di sekitarlokasi kali Nabire,"tegasnya.

Disamping itu lanjut kata John Monim, perubahan kontur sungai akibat pengambilan material dapat mempercepat aliran air dan meningkatkan risika banjir, yang berbahaya bagi pemukiman di bantaran kali Nabire, termasuk pipa yang melewati aliran sungai rusak parah.

Selaku penanggung jawab, saya berharap Pemerintah Kabupaten Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk dapat melihat hal ini, karena menurutnya kali Nabire merupakan sumber Air bersih yang digunakan oleh Perumda untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Warga Nabire kembali diajak untuk menjaga dan merawat hutan sebagai kantong-kantong air dengan tidak lagi menebang berbagai pepohonan yang tumbuh di hutan lebih khusus di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), yang mana salah satunya Imtek Kura-kura atau kali Nabire.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....