UNICEF Paparkan Dukungan Penguatan Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi di Mimika

  • 25 Feb 2026 15:23 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – UNICEF memaparkan progres dukungan penguatan kelembagaan pengelolaan air minum dan air limbah domestik di Kabupaten Mimika dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, DPRK, OPD teknis, serta mitra pembangunan, Selasa 24 Februari 2026..

Kepala Kantor UNICEF Tanah Papua, Aminudin Ramdan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mimika, Wakil Bupati, Sekda, pimpinan DPRK, OPD teknis seperti PUPR dan Dinas Kesehatan, serta mitra PT Freeport Indonesia dan PT Mimika Abadi Sejahtera yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa UNICEF merupakan lembaga PBB yang telah bekerja lebih dari 75 tahun di dunia dan lebih dari empat dekade di Indonesia, termasuk mendukung enam provinsi di Tanah Papua.

Menurut Aminudin, fokus utama UNICEF adalah pemenuhan hak anak, termasuk melalui penyediaan layanan dasar seperti air bersih dan sanitasi yang layak. Ia menegaskan bahwa keterlibatan UNICEF dalam sektor air minum dan sanitasi di Mimika bertujuan memastikan masyarakat, khususnya ibu dan anak, mendapatkan akses layanan yang berkualitas.

Selain sektor air dan sanitasi, UNICEF juga mendukung pemerintah daerah melalui program peningkatan gizi, penanganan stunting, wasting, malnutrisi hingga obesitas pada anak. Pada sektor kesehatan, UNICEF berfokus pada penguatan imunisasi, pengendalian malaria, serta kesehatan ibu dan anak. Sementara di bidang pendidikan, UNICEF mendukung kesiapan anak masuk sekolah dasar serta peningkatan kapasitas tenaga pengajar. Program literasi Basawal yang pernah dilaksanakan di Mimika bahkan menjadi contoh praktik baik di tingkat nasional.


Dalam pemaparan kajian cepat, disampaikan sejumlah temuan terkait pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), di antaranya operasional layanan yang telah berjalan dua kali sehari, intake yang belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah, hingga perlunya pembentukan UPTD serta penyesuaian kebijakan dan tarif air minum. UNICEF juga menilai perlu adanya lembaga profesional yang mengelola SPAM secara berkelanjutan.

UNICEF bersama pemerintah daerah turut mendorong penguatan kelembagaan melalui berbagai kegiatan, seperti studi banding layanan lumpur tinja terjadwal ke Kabupaten Lumajang, kajian keberlanjutan layanan air minum dan air limbah domestik di Mimika, serta pendampingan tim PUPR dalam kunjungan belajar ke PT Air Minum Robonghola Nanwani Jayapura.

Dalam kesempatan itu, dipaparkan pula peta jalan kelembagaan pengelolaan air minum dan air limbah hingga beberapa tahun ke depan, termasuk penguatan regulasi, sistem digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Model bisnis layanan juga diharapkan mampu mempengaruhi kebijakan, perencanaan, dan penganggaran, sekaligus mempercepat penyampaian layanan berkualitas bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor, UNICEF berharap dukungan yang diberikan dapat memperkuat sistem pelayanan dasar di Kabupaten Mimika serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak dan masyarakat secara luas. (SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....