TMI PT Panen Jagung 2 Hektar di Nabire

  • 29 Jan 2026 20:19 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua Tengah kembali melaksanakan panen jagung seluas 2 hektare yang ditanam secara swadaya di dua lokasi berbeda, yakni Kampung Wanggar Sari Karadiri I dan Karadiri II, Kabupaten Nabire, pada Kamis 29 Januari 2026.

Kegiatan panen tersebut melibatkan Dinas Pertanian Provinsi Papua Tengah dan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire. Hadir langsung Kepala Bidang Pertanian Provinsi Papua Tengah, Tubal Kain Koibur, SP, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Sumardi Abdulah, beserta staf, serta jajaran pengurus Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua Tengah, Aser Yogi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa seluruh aktivitas pertanian yang dilakukan pihaknya di Papua Tengah dijalankan secara swadaya dan berorientasi pada kemajuan masyarakat, khususnya orang asli Papua (OAP).

“Hari ini saya tidak berbicara tentang provinsi lain di Indonesia, tetapi tentang Papua Tengah. Apa yang kami lakukan selama ini murni swadaya demi kemajuan orang asli Papua, namun kami juga melibatkan saudara-saudara non-OAP karena mereka juga memiliki hati untuk membangun Papua Tengah,” ujar Aser Yogi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah telah menanam jagung seluas 7 hektare di berbagai lokasi, mengembangkan pertanian padi, mengelola 29 kolam perikanan, serta membangun lebih dari 100 kandang ternak babi. Selain itu, Tani Merdeka juga telah membuka lahan pertanian seluas sekitar 17.210 hektare di wilayah Papua Tengah.

Menurut Aser, pihaknya sengaja membagi lokasi tanam di berbagai wilayah agar manfaat program pertanian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pemilik hak ulayat.

“Walaupun saya punya lokasi sendiri yang jaraknya lebih dari 10 kilometer, saya memilih tidak menanam di sana. Saya ingin berbagi ke masyarakat pemilik lahan agar semua bisa merasakan dampak dari Tani Merdeka di Papua Tengah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dari Kementerian Pertanian, Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah mendapatkan alokasi pembukaan lahan seluas 2.000 hektare, yang saat ini telah dibuka khususnya di Kabupaten Nabire sesuai arahan kementerian.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Merdeka Karadiri II, Mery Cristin Pekei, mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi petani di lapangan adalah keterbatasan pupuk, obat pembasmi hama, dan bibit.

“Kami tanam dengan kondisi seadanya, sehingga hasil panen ada yang bagus dan ada juga yang kurang maksimal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....