Pesawat Smart Air Mendarat Darurat Di Laut Nabire

  • 27 Jan 2026 19:30 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Sejumlah warga Nabire dihebohkan dengan kabar pendaratan darurat pesawat tipe Cessna 208 Caravan, registrasi PK- SNS milik PT Smart Cakrawala Aviation yang mendarat darurat di laut dekat Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah. Banyak warga mengetahui insiden pendaratan darurat pesawat tersebut melalui video yang beredar.

Awalnya warga pun bertanya-tanya penyebab peristiwa itu bisa terjadi, lokasi kejadian dan jenis pesawatnya. Namun penjelasan dari sejumlah pihak yang menjelaskan insiden pendaratan darurat itu, sehingga warga pun telah mengetahui, bahkan mengenal beberapa nama-nama penumpang pesawat naas itu. 

Lina, menyebutkan kerabat keluarganya yang turut serta pada penerbangan yang menuju Badara Kaimana tersebut. "Ada sepupu saya, puji Tuhan dia dalam keadaan selamat," tuturnya, Selasa malam 27 Januari 2026. Ia mengetahui terjadi insiden pendaratan darurat melalui informasi dari teman di group Whatapp.

Pendaratan darurat pesawat Smart Air yang itu dipiloti Capt. Tania, mengangkut 13 orang, yakni 1 pilot, 1 kru dan 11 penumpang dengan rute dari Bandara Douw Aturure Nabire Papua Tengah menuju Bandara Kaimana Papua Barat. Pesawat beberapa lama setelah lepas landas, namun Capt. Tania mendeteksi adanya gangguan pada mesin pesawat, sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Bandara Nabire, namun pesawat diketahui mendarat darurat di laut yang tidak jauh dengan Bandara Nabire.

Wakapolres Nabire, Komisaris Polisi Piter Kendek mengatakan seluruh kru dan penumpang pesawat dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi ke RSUD Nabire. "Laporan awal, seluruh kru dan penumpang pesawat dalam keadaan selamat, sedangkan personil Polri yang diturunkan untuk mengamankan TKP berjumlah 58 orang," ungkapnya saat dimintai keterangan di hari yang sama saat kejadian, Selasa sore.

Badan pesawat telah dievakuasi dari laut ke tempat yang lebih aman. Evakuasi dibantu menggunakan alat berat, dibantu petugas dan warga masyarakat di sekitar TKP tersebut. Proses penyelidikan akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait, di antaranya  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hal itu disampaikan melalui informasi resmi PT. Smart Cakrawala Aviation.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....