BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Guyur Nabire

  • 25 Jan 2026 21:51 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (25/1/2026) sore mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang air. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, terutama di beberapa ruas jalan utama.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nabire, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIT. BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini cuaca pada pukul 16.55 WIT.

Forecaster BMKG Nabire, Leo Ari, menjelaskan hujan sedang hingga lebat melanda sejumlah distrik di Kabupaten Nabire, di antaranya Makimi, Yaro, Wapoga, Napan, Wanggar, Nabire, Uwapa, Siriwo, Nabire Barat, dan Teluk Kimi. Cuaca tersebut juga berpotensi meluas ke Distrik Dipa, Menou, Teluk Umar, serta sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika.

BMKG Nabire kembali memperbarui peringatan dini cuaca pada pukul 20.45 WIT. Dalam pembaruan tersebut, hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang diperkirakan berlangsung hingga pukul 22.30 WIT.

“Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Nabire, antara lain Makimi, Yaro, Wapoga, Napan, Wanggar, Nabire, Uwapa, Teluk Umar, Yaur, Nabire Barat, dan Teluk Kimi. Sementara di Kabupaten Mimika, hujan lebat terjadi di Mimika Barat Jauh, Tembagapura, Mimika Timur Jauh, Agimuga, Hoya, Kuala Kencana, Iwaka, serta wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Salah seorang warga Nabire, Steven Simanjuntak, S.Pd, mengungkapkan hujan deras tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan tergenang air. Kondisi ini dinilai menyulitkan aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

“Beberapa titik genangan terjadi di Jalan Merdeka depan Kantor Telkom, depan Kantor Koramil Kota mendekati Dinas Lingkungan Hidup, Perempatan Gereja Sion, Perempatan Kusuma Bangsa Oyehe, serta wilayah Kelurahan Bumi Wonorejo dan sekitarnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, genangan air disebabkan oleh saluran pembuangan air di trotoar yang tidak berfungsi optimal, sehingga air meluap ke badan jalan. Kondisi ini dinilai rawan kecelakaan karena banyaknya lubang jalan yang tertutup air.

BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan lalu lintas akibat cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah melalui dinas dan pemangku kepentingan terkait dapat segera melakukan perbaikan sistem drainase agar genangan air tidak kembali terjadi saat hujan. Masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah genangan air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....