Jalan Wanggar Pantai Putus, Warga Desak Penanganan Darurat
- 21 Jan 2026 06:21 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire: Banjir yang melanda Kampung Wanggar Pantai, Distrik Yaro Kibisai, pekan lalu memicu longsor yang menggerus badan jalan utama penghubung kampung menuju Distrik Yaro. Akibatnya, akses transportasi warga terputus total dan hingga Selasa 20 Januari 2026, belum mendapat penanganan dari pemerintah daerah.
Kepala Kampung Wanggar Pantai, Ayub Hao, mengatakan kondisi Sungai Wanggar saat ini mulai membaik, namun debit air masih mengarah ke wilayah pemukiman warga. Ia juga menegaskan bahwa akses utama kampung sudah tidak dapat digunakan sama sekali.
“Akses utama di kampung Wanggar Pantai ke distrik Yaro, itu benar-benar putus total dan tidak bisa digunakan lagi. Jalan aspal dan bodi jalan raya sudah masuk dalam sungai dan sudah tidak bisa lagi digunakan jadi kita buat alternatif jalan setapak,” ungkap Ayub saat dihubungi melalui telepon oleh tim LPP RRI Nabire.
Ia menjelaskan, pemerintah kampung bersama warga, koperasi, serta mitra perusahaan telah melakukan kerja bakti swadaya dengan menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi aliran sungai sebagai upaya pencegahan. Namun, kerusakan jalan yang parah membuat pihak kampung berencana membuka jalur baru karena jalur lama sudah tidak memungkinkan untuk digunakan kembali.
Selain itu, Ayub juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat Wanggar Pantai. Ia menilai, berbagai laporan dan harapan yang telah disampaikan sebelumnya belum mendapat respons yang maksimal.
Hal senada disampaikan Kaur Kesejahteraan Rakyat Kampung Wanggar Pantai sekaligus perwakilan warga, Darius Hao. Ia mengungkapkan, pasca banjir pertama, akses jalan sempat terputus dan hingga kini belum dilakukan normalisasi secara menyeluruh oleh pemerintah.
Menurutnya, warga bersama koperasi adat bahkan telah mengalokasikan dana swadaya sebesar Rp30 juta untuk normalisasi sungai, namun jumlah tersebut belum mencukupi. Akibatnya, aliran sungai kembali tertutup dan memicu kerusakan lanjutan pada akses jalan saat banjir berikutnya terjadi.
Darius menegaskan, normalisasi Sungai Wanggar menjadi langkah paling mendesak sebelum pembangunan badan jalan baru dilakukan. Ia juga mengingatkan potensi dampak yang lebih besar jika tidak segera ditangani, termasuk ancaman banjir yang dapat masuk ke pemukiman warga dan merusak jaringan listrik.
“Normalisasi terlebih dahulu lalu kita berpikir tentang pembuatan badan jalan baru. Karena kalau tidak dinormalisasi, setiap curah hujan tinggi saya sudah bisa pastikan jalan akan putus lagi,” ujarnya.
Warga Wanggar Pantai berharap pemerintah daerah segera mengambil kebijakan darurat untuk melakukan normalisasi sungai serta memperbaiki akses jalan penghubung utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....