Kaleidoskop Banjir Nabire 2025: Alarm Alam yang Berulang
- 27 Des 2025 19:06 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Sepanjang tahun 2025, banjir kembali menjadi peristiwa yang berulang di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Curah hujan tinggi, meluapnya sungai, hingga kondisi wilayah dataran rendah membuat sejumlah distrik harus berhadapan dengan genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat. Berikut rangkuman peristiwa banjir yang terjadi sepanjang 2025 di Nabire.
Mei 2025 – Sungai Wanggar Pantai Meluap di Distrik Yaro
Memasuki pertengahan tahun, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Wanggar Pantai meluap dan menggenangi permukiman warga di Kampung Jaya Mukti, Distrik Yaro.
Dampak:
62 kepala keluarga terdampak.
Ketinggian air sekitar 30–50 sentimeter.
Tidak ada warga yang mengungsi.
Penanganan: Babinsa Koramil 01/Nabire melakukan pemantauan dan pendataan rumah warga terdampak.
Mei 2025 – Penanganan Pascabanjir Yaro oleh Pemerintah
Banjir di Distrik Yaro mendorong kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire untuk membahas langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
Dampak:
44 warga terdampak dan harus mengungsi.
Kerusakan jembatan dan akses jalan utama kampung.
Langkah:
Penanganan jangka pendek oleh Pemerintah Kabupaten Nabire.
Penanganan jangka panjang menunggu kajian kewenangan pemerintah provinsi.

Juni 2025 – Banjir Kali Nabarua Rendam Permukiman Kota
Pada Juni 2025, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Nabire menyebabkan Kali Nabarua meluap dan merendam rumah warga di sekitar Jalan Frans Kaisiepo.
Dampak:
Rumah warga terendam hingga setinggi dada.
Lumpur bercampur sampah merusak perabot dan dokumen penting.
Penanganan:
Aparat kepolisian bersama warga membersihkan lumpur.
Penyaluran bantuan sembako kepada warga terdampak.
September 2025 – Genangan dan Banjir di Sejumlah Ruas Jalan
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali melanda Nabire pada akhir September dan menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan di Distrik Nabire.
Waktu: Sabtu, 27 September 2025.
Penyebab:
Curah hujan 55,4 milimeter selama hampir 13 jam.
Dampak:
Aktivitas masyarakat terganggu akibat genangan air.
Mitigasi:
BMKG mengeluarkan peringatan dini dan menyampaikan informasi ke BPBD serta stakeholder terkait.
Oktober 2025 – Banjir Tahunan Kali Wanggar di Distrik Wanggar
Memasuki Oktober, banjir kembali terjadi di Distrik Wanggar akibat luapan Kali Wanggar yang kerap terjadi.
Waktu: Oktober 2025.
Dampak:
Permukiman dan lahan pertanian terendam.
Ternak sapi milik warga hanyut dan dilaporkan hilang.
Kerusakan jembatan dan kebun warga.
Imbauan: Warga diminta waspada hujan susulan serta dorongan solusi permanen seperti normalisasi sungai.
Akhir 2025 – Peringatan Dini Potensi Banjir Rob
Menjelang akhir tahun, BMKG Nabire mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada awal tahun berikutnya.
Waktu Potensi: 1–3 Januari.
Wilayah Rawan: Pesisir laut dan muara sungai.
Penyebab: Fenomena astronomi supermoon.
Imbauan: Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan memantau informasi resmi BMKG.
Kaleidoskop banjir Nabire 2025 menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat. Peristiwa yang berulang ini menegaskan pentingnya peringatan dini, kesiapsiagaan warga, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat untuk meminimalisasi dampak banjir di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....