Curah Hujan Tinggi Picu Bencana Hidrometeorologi, Warga Waspada
- 08 Mei 2025 07:07 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Nabire dalam beberapa hari terakhir telah memicu terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.
Fenomena ini terjadi akibat meningkatnya aktivitas atmosfer di wilayah Papua, yang menyebabkan pembentukan awan hujan masif di atas langit Nabire. Dalam kondisi seperti ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nabire mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Aktivitas di lokasi rawan bencana harus dihentikan sementara guna menghindari korban jiwa maupun kerugian harta benda yang lebih besar. Prakirawan BMKG Nabire, Nanda Rinaldi, menekankan bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai adalah kelompok yang paling rentan terdampak banjir.
Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem, terutama jika berlangsung dalam durasi lama, sangat berpotensi menyebabkan meluapnya sungai. Luapan ini akan mempercepat terjadinya banjir yang kerap datang secara tiba-tiba, terutama di malam hari.
“Masyarakat di bantaran sungai harus segera waspada bila hujan sedang hingga ekstrem terjadi dalam durasi panjang,” ujarnya dalam Dialog Kentongan di Studio Pro1 RRI Nabire, Rabu (7/5/2025) sore. “Apalagi jika air sungai mulai meluap—risiko banjir meningkat secara signifikan dan bisa terjadi sewaktu-waktu,” tambah Nanda.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif warga dalam mengamati perubahan lingkungan sekitar sebagai langkah antisipatif. Lebih lanjut, ia juga memberikan perhatian khusus terhadap para nelayan yang melaut di tengah cuaca yang tidak menentu.
Menurutnya, angin kencang merupakan salah satu ancaman utama yang harus diwaspadai para pelaut, karena dapat terjadi tiba-tiba ketika mereka sedang berada di tengah laut. Perubahan cuaca yang cepat dan tidak terprediksi dapat menyebabkan bahaya besar jika tidak diantisipasi dengan cepat.
“Kalau untuk nelayan, yang ditakutkan itu adalah angin kencang apabila sedang melaut. Jika terjadi perubahan cuaca mendadak, kami imbau agar segera menjauhi laut dan mencari tempat aman untuk berlindung,” jelasnya.
Imbauan ini menjadi penting mengingat sebagian besar masyarakat Nabire menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan, yang sangat bergantung pada cuaca.
Sementara itu, prakirawan lainnya, Dani Wiay, turut mengingatkan agar masyarakat Nabire tetap aktif mengikuti perkembangan informasi cuaca dari kanal-kanal resmi BMKG. Ia menyebut bahwa informasi yang disampaikan melalui sosial media dan siaran pagi di Radio Republik Indonesia (RRI) Nabire setiap harinya dapat menjadi panduan penting bagi masyarakat dalam mengambil keputusan.
“Masyarakat kami imbau agar selalu mengikuti informasi yang dikeluarkan Stasiun BMKG agar bisa meminimalisir dampak bencana,” ucap Dani. Ia menambahkan bahwa informasi prakiraan cuaca yang akurat bisa menjadi alat utama bagi warga untuk menghindari bahaya dan mengatur aktivitas sehari-hari dengan lebih bijak.
BMKG Nabire berharap kerja sama aktif masyarakat dapat membantu menekan risiko bencana yang lebih besar. Dengan kewaspadaan tinggi, pemantauan cuaca yang rutin, serta respon cepat terhadap peringatan dini, bencana dapat dicegah sejak dini.
Semua pihak diharapkan turut ambil bagian, baik pemerintah, media, maupun warga, dalam membangun budaya siaga bencana yang kuat dan tangguh di tengah kondisi iklim yang makin tidak menentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....