Ramadan Hari Pertama, Warga Lintas Agama Mimika Turut Berburu Takjil

  • 19 Feb 2026 20:59 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, TIMIKA – Suasana penuh kebersamaan terlihat di depan Masjid Babu Salam, Timika, Papua, pada Kamis 19,februari,2026, sore. Hari pertama puasa Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen yang meriah dengan hadirnya masyarakat dari berbagai latar belakang agama yang ikut berburu takjil menjelang waktu berbuka. Tidak hanya umat Muslim, umat Nasrani pun tampak antusias memborong aneka hidangan yang dijual di sepanjang jalan depan masjid.

Sejak pukul 15.30 WIT, para pedagang mulai memadati area penjualan takjil dengan beragam pilihan makanan. Mulai dari kolak pisang, es buah, es campur, gorengan, kue tradisional, hingga makanan berat khas daerah, semuanya tersaji untuk memenuhi kebutuhan warga yang ingin berbuka puasa. Aroma makanan yang menggoda membuat masyarakat terus berdatangan hingga menjelang azan Magrib.

Keramaian semakin terasa ketika warga Mimika dari berbagai kalangan berbaur tanpa sekat. Banyak di antara mereka datang bersama keluarga maupun teman, sekadar berjalan-jalan sambil memilih menu berbuka. Kehadiran umat Nasrani yang turut membeli takjil menjadi pemandangan yang menarik sekaligus mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Mimika.

Sejumlah pembeli mengaku sengaja datang lebih awal agar tidak kehabisan makanan favorit. Selain untuk kebutuhan pribadi, ada juga yang membeli takjil dalam jumlah banyak untuk dibagikan kepada keluarga, tetangga, maupun rekan kerja. Suasana ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi milik umat Muslim, tetapi juga menjadi momentum sosial yang dirasakan seluruh masyarakat.



Para pedagang takjil pun mengaku bersyukur dengan ramainya pembeli di hari pertama puasa. Mereka mengatakan bahwa antusiasme masyarakat tahun ini sangat tinggi dibanding hari-hari biasa. Banyaknya pengunjung dari berbagai latar belakang agama memberikan semangat tersendiri bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari penjualan musiman selama Ramadan.

Selain menjadi pusat kuliner dadakan, kawasan depan Masjid Babu Salam juga menjadi ruang interaksi sosial. Warga terlihat saling menyapa, berbincang santai, dan menikmati suasana sore yang hangat.

Fenomena pemburuan takjil lintas agama ini menjadi gambaran nyata harmonisasi masyarakat Mimika yang hidup dalam keberagaman. Nilai saling menghormati dan kebersamaan terlihat jelas, di mana perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

Momentum hari pertama puasa di depan Masjid Babu Salam pun diharapkan dapat terus mempererat tali persaudaraan antarwarga. Ramainya masyarakat yang datang tidak hanya membawa berkah bagi para pedagang, tetapi juga menjadi simbol kuatnya toleransi dan persatuan di tengah kehidupan masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika. (SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....