Stok Aman, Harga Diawasi: Strategi Nabire jelang Ramadan
- 18 Feb 2026 18:52 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah melalui Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan melalui pemantauan intensif di tingkat distributor hingga pasar tradisional guna menjaga pasokan tetap aman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Viktor Sawo, mengatakan pihaknya terus memantau stok dan harga sejumlah komoditas penting untuk mengantisipasi lonjakan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Untuk bulan Ramadan ini kita pastikan bahwa ketersediaan bahan pangan, tetapi juga harga yang ada di Kabupaten Nabire ini tetap terjaga untuk menjamin kebutuhan masyarakat, terutama menjelang hari raya Lebaran,” ujarnya.
Pemantauan dilakukan di sejumlah titik, seperti distributor bahan pangan, Pasar Sentral Kalibobo, serta Pasar Bumi Raya. Langkah ini bertujuan memastikan rantai pasok berjalan lancar dan mencegah kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program Gerakan Pangan Murah dengan dua skema, yakni secara mandiri melalui kios pangan milik dinas dan secara kolaboratif dengan kelompok tani, peternak, serta distributor. Program ini direncanakan berlangsung menjelang Idul Fitri untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Meski secara umum stok pangan dipastikan aman, beberapa komoditas mulai menunjukkan kenaikan harga. Komoditas asal ternak seperti telur dan daging sapi menjadi yang paling terdampak akibat berkurangnya produksi lokal.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan pada Sabtu, 14 Februari 2026, Pemilik Kios TINI di Pasar Kalibobo Nabire, Lukman, menyebutkan stok telur tidak selalu tersedia setiap hari dan harga cenderung fluktuatif, bahkan mengalami kenaikan sejak adanya program MBG.
“Stoknya untuk per hari ini tidak ada, tapi kalau 1–2 hari pasti ada tetap, lokal maupun Surabaya ada. Cuma kalau untuk harga tidak menentu, minggu ini lain, minggu depan naik lagi,” katanya.
Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan, khususnya daging sapi, pemerintah daerah berupaya mendatangkan stok dari luar daerah. Kebutuhan daging sapi di Nabire menjelang Idul Fitri diperkirakan mencapai sekitar 46 ton, dengan konsumsi harian rata-rata sekitar 600 kilogram.
Pemerintah berharap berbagai upaya yang dilakukan, mulai dari pemantauan rutin, distribusi pasokan dari luar daerah, hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman.
Dengan langkah tersebut, masyarakat di Nabire diharapkan dapat menjalani ibadah Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....