BMKG: Hilal Belum Tampak, Pengamatan Lanjut Besok

  • 17 Feb 2026 20:37 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemantauan hilal dalam rangka penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah yang dilakukan Selasa sore, 17 Februari 2026, di Pantai Menase Nabire, belum membuahkan hasil. Tim pemantau menyatakan hilal tidak terlihat karena posisinya masih berada di bawah horizon.

Kegiatan rukyatul hilal ini melibatkan tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nabire, bersama Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, dan organisasi Islam setempat.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Nabire, George F. A. Muabuay, menjelaskan berdasarkan data yang dimiliki, ketinggian hilal pada saat pengamatan masih bernilai minus, yang berarti posisinya berada di bawah garis cakrawala sehingga belum memungkinkan untuk dilihat.

“Untuk pemantauan hilal hari ini memang tidak kelihatan. Dari data yang kami miliki, ketinggian hilalnya masih minus, artinya masih berada di bawah horizon,” jelasnya.

Selain faktor posisi hilal, kondisi cuaca juga turut memengaruhi proses pengamatan. Awan yang cukup tebal di ufuk barat menjadi salah satu kendala utama yang menghambat pandangan tim pemantau.

Dalam pelaksanaannya, BMKG menggunakan metode pengamatan langsung atau rukyat dengan bantuan teropong hilal. Pengamatan dilakukan dengan menyesuaikan data hisab, mengikuti pergerakan matahari hingga terbenam, lalu mengarahkan teropong ke posisi bulan. Namun karena posisi hilal masih berada di bawah horizon, pengamatan belum dapat membuahkan hasil.

George menambahkan, hasil pemantauan dari Nabire akan dilaporkan ke BMKG pusat di Jakarta. Selanjutnya data tersebut diteruskan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan awal Ramadan, bersama laporan dari berbagai daerah serta masukan dari Majelis Ulama Indonesia.

Tim pemantau dijadwalkan kembali melakukan pengamatan pada Rabu, 18 Februari 2026, di lokasi yang sama. Berdasarkan perkiraan, posisi hilal diprediksi sudah berada di atas horizon dengan ketinggian sekitar delapan derajat, sehingga peluang untuk terlihat akan lebih besar apabila kondisi langit cerah.

Ia juga menekankan bahwa faktor cuaca sangat berpengaruh dalam keberhasilan pengamatan. Awan tebal di ufuk barat dapat menutupi pandangan meskipun posisi hilal sebenarnya sudah cukup tinggi untuk diamati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....