MUI Mimika Imbau Pengawasan Ceramah Selama Ramadhan
- 11 Feb 2026 15:56 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID,MIMIKA — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, KH Muhammad Amin AR, S.Ag, menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penceramah atau ustaz tamu yang didatangkan dari luar daerah selama bulan suci Ramadhan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika, Selasa 10 Februari 2026.
Dalam sambutannya, KH Muhammad Amin meminta agar setiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menghadirkan ustaz dari luar daerah segera melaporkan identitas dan kurikulum ceramah ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, khususnya kepada Kasi Bimas Islam dan Kependidikan.
Langkah ini, menurutnya, penting agar jejak rekam digital para ustaz tamu dapat ditelusuri dengan baik, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Jangan sampai ustaz datang dan pulang, lalu meninggalkan pekerjaan rumah bagi kita semua di belakang hari. Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi ini langkah antisipasi,” tegasnya.
/9jzrhdhnukwao9y.jpeg)
Selain itu, ia mengimbau seluruh dai dan penceramah Ramadhan agar tidak menyampaikan materi bermuatan politik praktis maupun isu-isu khilafiah yang berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat di tengah umat. Menurutnya, ceramah Ramadhan seharusnya menenangkan dan memperkuat ukhuwah, bukan justru membingungkan jamaah.
KH Muhammad Amin juga berharap Ramadhan 1447 Hijriah dapat berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa Mimika merupakan daerah yang damai dan harmonis, sehingga keharmonisan tersebut perlu terus dijaga selama bulan suci.
Terkait pelaksanaan ibadah, MUI Mimika mengimbau umat Islam di Kabupaten Mimika untuk merujuk pada hasil sidang isbat pemerintah pusat dalam penetapan awal Ramadhan. Ia juga menyampaikan beberapa ketentuan kegiatan Ramadhan, di antaranya pelaksanaan buka puasa bersama di masjid, tadarus Al-Qur’an yang dibatasi hingga pukul 22.00 WIT dengan penggunaan suara dalam, serta pelaksanaan iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk menggagas kegiatan Safari Ramadhan, agar keterlibatan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat dirasakan secara merata. Ia berharap Bupati Mimika dapat menginisiasi kegiatan tersebut demi memperkuat kebersamaan umat.
Kepada aparat keamanan, KH Muhammad Amin meminta agar pengamanan selama bulan Ramadhan ditingkatkan demi kenyamanan umat Islam dalam menjalankan ibadah. Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan operasional tempat hiburan malam serta penjualan minuman keras selama bulan Ramadhan.
Terakhir, ia kembali menegaskan penggunaan pengeras suara masjid agar difokuskan ke suara dalam, kecuali untuk azan, guna menjaga toleransi dan tidak mengganggu aktivitas umat beragama lainnya. (SAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....