Final Piala Dunia 2026, Adu Kuat Proyek Spanyol vs Argentina
- 20 Jul 2026 05:18 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Final Piala Dunia 2026 tak hanya mempertemukan Spanyol dan Argentina di atas lapangan, tetapi juga menjadi pertarungan dua model pembangunan sepak bola yang berbeda. Spanyol datang dengan proyek institusional yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade, sementara Argentina bangkit melalui proses reorganisasi yang dipimpin Lionel Scaloni di era Lionel Messi.
Dilansir dari One Football, Spanyol mengembangkan sistem pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari kelompok usia muda hingga tim senior. Setiap pelatih dibentuk untuk menerapkan filosofi permainan yang sama, sehingga pergantian pelatih tidak mengubah identitas tim. Pelatih Luis de la Fuente merupakan bagian dari sistem tersebut dan telah dipersiapkan selama bertahun-tahun sebelum menangani tim nasional senior.
Di sisi lain, Argentina menempuh perjalanan yang lebih berliku. Meski Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mulai melakukan pembenahan di bawah kepemimpinan Claudio Tapia, Lionel Scaloni bersama stafnya menjadi sosok yang berhasil mengubah proses reorganisasi menjadi proyek yang sukses dengan membangun tim di sekitar Lionel Messi.
Selama bertahun-tahun, Argentina tetap mampu bersaing di level tertinggi meski belum memiliki arah pembangunan yang jelas. Tim Tango mencapai final Piala Dunia 2014, dua kali tampil di final Copa America secara beruntun, hingga memberikan perlawanan sengit kepada Prancis pada Piala Dunia 2018. Namun, pergantian pelatih yang silih berganti, mulai dari Diego Maradona, Sergio Batista, Alejandro Sabella, Gerardo "Tata" Martino, Edgardo Bauza, hingga Jorge Sampaoli, membuat tim nasional tidak memiliki kesinambungan filosofi permainan.
Dalam periode tersebut, kehadiran Lionel Messi menjadi faktor utama yang menjaga Argentina tetap kompetitif. Kontribusi sang kapten kerap menjadi pembeda di tengah berbagai persoalan yang dihadapi tim.
Piala Dunia 2018 menjadi titik balik bagi Argentina setelah kegagalan di bawah Jorge Sampaoli. Seusai turnamen itu, Claudio Tapia mempercayakan Lionel Scaloni untuk memimpin tim nasional senior. Sebelumnya, Tapia juga telah membangun fondasi pembinaan usia muda dengan menunjuk Pablo Aimar dan Diego Placente untuk menangani kelompok usia junior. Aimar kemudian bergabung dalam staf kepelatihan Scaloni, sementara Placente terus memperkuat jalur pembinaan pemain muda.
Kini, kedua pendekatan berbeda itu bertemu di final Piala Dunia 2026. Spanyol hadir dengan sistem yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun, sedangkan Argentina datang dengan struktur yang berhasil memaksimalkan potensi generasi emasnya. Pertandingan di Stadion MetLife akan menjadi penentu model pembangunan mana yang mampu meraih gelar juara dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....