Belgia Optimistis Kejutkan Spanyol di Perempat Final Piala Dunia
- 10 Jul 2026 22:50 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Pelatih kepala Belgia, Rudi Garcia, optimistis timnya mampu memberikan kejutan saat menghadapi Spanyol pada laga perempat final Piala Dunia FIFA 2026, Sabtu 11 Juli 2026. Menurutnya, Belgia memiliki kualitas yang cukup untuk menandingi kekuatan La Roja dan merebut tiket ke semifinal.
Melansir dari One Football, Belgia berhasil bangkit setelah melalui fase grup yang tidak meyakinkan dengan hasil imbang melawan Iran dan Mesir. Performa mereka meningkat di babak gugur, termasuk kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah bersama Amerika Serikat pada babak 16 besar.
Sebelum menghadapi Amerika Serikat, Belgia juga menunjukkan mental kuat saat membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Senegal pada babak sebelumnya melalui perpanjangan waktu. Kini, tantangan yang lebih besar menanti saat mereka berhadapan dengan Spanyol yang belum sekalipun kebobolan sepanjang turnamen.
Garcia sempat mendapat kritik terkait strategi dan pemilihan pemain. Namun, kemenangan atas Amerika Serikat tanpa menurunkan Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, maupun Romelu Lukaku sebagai starter membuat keputusannya mendapat apresiasi.
Pelatih asal Prancis itu menilai Belgia memiliki produktivitas gol yang mampu bersaing dengan Spanyol.
“Kami tahu kami bermain melawan salah satu tim favorit. Spanyol mungkin yang terbaik dalam penguasaan bola dan mereka telah bermain dengan cara yang khas selama 15 atau 20 tahun terakhir,” kata Garcia.
“Tapi kami memiliki tim yang hebat. Kami adalah pencetak gol terbanyak kedua di Piala Dunia dan kami menghadapi tim dengan ekspektasi gol tertinggi. Kami pikir kami bisa melakukannya,” ujarnya.
Meski demikian, data sepanjang turnamen menunjukkan Belgia saat ini merupakan tim dengan koleksi 13 gol, berada di bawah Prancis yang mencetak 16 gol dan Argentina dengan 14 gol. Produktivitas tersebut menjadi modal penting bagi Belgia untuk menghadapi lini pertahanan Spanyol yang belum kebobolan.
Garcia menegaskan timnya tidak gentar meski harus menghadapi salah satu favorit juara. Menurutnya, keberhasilan mengalahkan Amerika Serikat di hadapan puluhan ribu pendukung lawan menjadi bukti mental bertanding skuadnya.
“Kami baru saja mengalahkan Amerika Serikat di stadion tempat semua orang menentang kami. Bukan penonton yang mencetak gol. Kami akan fokus pada apa yang bisa kami lakukan. Kami sudah cukup sibuk menghadapi Spanyol, yang merupakan tim sepak bola yang luar biasa,” katanya.
Ia juga menegaskan Belgia akan memberikan perlawanan maksimal meski berstatus nonunggulan.
“Meskipun kami bukan tim unggulan, kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memberikan perlawanan yang sengit kepada mereka,” ucap Garcia.
Di sisi lain, Spanyol datang dengan modal impresif. Tim asuhan Luis de la Fuente belum kebobolan satu gol pun di Piala Dunia FIFA 2026 dan dikenal memiliki permainan penguasaan bola yang disiplin serta efektif.
Garcia mengakui kualitas lawannya, tetapi yakin rekor pertahanan Spanyol bisa dipatahkan.
“Kami tahu mereka belum kebobolan gol, tetapi statistik ada untuk dipecahkan dan kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk mencetak gol. Jika tidak, kami akan tersingkir,” ujarnya.
Sementara itu, penyerang Romelu Lukaku menegaskan Belgia tidak datang ke perempat final hanya untuk menjadi pelengkap.
“Jika Anda sudah sampai sejauh ini, Anda tidak bermain hanya untuk pulang. Ini tentang tim. Saya mencoba membantu di dalam dan di luar lapangan. Pada tahap karier saya saat ini, Anda juga harus bermain dengan kepala,” kata striker Napoli tersebut.
Laga perempat final antara Belgia dan Spanyol diprediksi berlangsung sengit. Belgia akan mengandalkan produktivitas lini depannya, sementara Spanyol berharap kembali menunjukkan solidnya pertahanan serta kreativitas para pemain muda seperti Lamine Yamal untuk mengamankan tiket menuju semifinal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....