Jerman Tersingkir, Desakan Datangkan Jurgen Klopp Menguat
- 30 Jun 2026 21:03 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kekalahan Jerman dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 memicu gelombang kritik terhadap pelatih Julian Nagelsmann. Selain tersingkir lebih awal, Die Mannschaft juga untuk pertama kalinya kalah dalam adu penalti di ajang Piala Dunia, sehingga memunculkan desakan agar Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menunjuk Jurgen Klopp sebagai pelatih baru.
Dikutip dari BBC, Nagelsmann menegaskan tidak akan mengundurkan diri usai kekalahan tersebut. Pelatih berusia 38 tahun itu mengatakan dirinya bukan sosok yang lari dari tanggung jawab, meski hasil di Piala Dunia kali ini mengecewakan publik Jerman.
Namun, tekanan terhadap Nagelsmann terus meningkat. Sejumlah penggemar menilai mantan pelatih Bayern Munich itu gagal membangkitkan optimisme, baik melalui hasil di lapangan maupun gaya komunikasinya kepada publik yang dinilai kurang meyakinkan.
Di sisi lain, Jurgen Klopp justru mendapat sorotan positif selama Piala Dunia 2026. Mantan pelatih Liverpool dan Borussia Dortmund itu tampil sebagai komentator televisi di Jerman dengan gaya khas yang hangat dan karismatik. Kehadirannya membuat banyak pendukung mulai membayangkan Klopp sebagai sosok ideal untuk memimpin tim nasional.
Kekecewaan suporter semakin besar karena sejak menjuarai Piala Dunia 2014, performa Jerman terus menurun. Mereka gagal lolos dari fase grup pada edisi 2018 dan 2022, kemudian kembali tersingkir di laga pertama fase gugur pada Piala Dunia 2026.
Meski kompetisi domestik Bundesliga tetap berkembang dengan tingkat kehadiran penonton yang tinggi, BBC menilai Jerman mulai kehilangan daya saing di level internasional. Regenerasi pemain memang menghadirkan nama-nama seperti Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Lennart Karl, tetapi kedalaman skuad dinilai belum sekuat generasi emas sebelumnya.
Situasi ini mengingatkan pada krisis setelah Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, ketika DFB melakukan reformasi besar dalam pembinaan pemain muda dan pendidikan pelatih. Kini, banyak pihak mempertanyakan apakah perubahan serupa kembali diperlukan.
Kapten Jerman Joshua Kimmich meminta publik tidak sepenuhnya menyalahkan Nagelsmann. Menurutnya, para pemain juga harus bertanggung jawab atas kegagalan tim.
"Faktanya, kami tidak bisa memberikan apa yang diinginkan orang-orang di rumah. Itu sangat disayangkan, terutama di saat akan lebih baik bagi Jerman jika kita memiliki sesuatu yang bisa kita banggakan. Tim nasional bukanlah hal itu," kata Kimmich.
Meski demikian, sejumlah keputusan Nagelsmann tetap menjadi sasaran kritik. Di antaranya adalah mengembalikan Manuel Neuer yang telah berusia 40 tahun sebagai kiper utama, memainkan Kimmich di posisi bek kanan alih-alih gelandang, serta tetap mengandalkan pemain senior seperti Leroy Sane dan Leon Goretzka.
Nagelsmann masih terikat kontrak hingga setelah Euro 2028. Namun, BBC menilai jika DFB ingin memulai era baru, pergantian pelatih menjadi langkah yang paling cepat dilakukan, meskipun konsekuensi finansialnya tidak kecil.
Nama Jurgen Klopp pun semakin santer dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global Red Bull sejak awal 2025 dan dikabarkan telah menolak sejumlah tawaran melatih klub, termasuk dari Real Madrid.
Meski belum ada indikasi resmi bahwa Klopp akan menerima tawaran tersebut, banyak pihak menilai tim nasional Jerman bisa menjadi tantangan terakhir yang menarik bagi salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....