Taktik Deschamps Jadi Kunci Performa Gemilang Prancis
- 30 Jun 2026 20:33 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Timnas Prancis tampil meyakinkan sepanjang fase grup Piala Dunia FIFA 2026 dan menjadi salah satu kandidat kuat juara. Di balik performa impresif Les Bleus, pelatih Didier Deschamps dinilai kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam meracik strategi demi memaksimalkan kualitas para pemain bintangnya.
Dikutip dari BBC, Deschamps yang menangani Prancis sejak 2012 terus berinovasi dalam setiap turnamen besar. Ia dikenal mampu menyesuaikan sistem permainan dari satu pertandingan ke pertandingan lain untuk menemukan formula terbaik, terutama dalam mengoptimalkan potensi para pemain menyerangnya.
Salah satu fokus utama Deschamps pada Piala Dunia 2026 adalah memaksimalkan peran Kylian Mbappe. Kini berusia 27 tahun, Mbappe tidak lagi hanya berperan sebagai penyerang yang menunggu umpan, tetapi diberi kebebasan bergerak dan lebih banyak terlibat dalam membangun serangan.
Pada awal turnamen, Prancis menggunakan skema menyerupai 4-2-4 atau 4-2-3-1 dengan Hugo Ekitike di sisi kiri, Michael Olise di kanan, dan Ousmane Dembele bermain di belakang Mbappe. Setelah Ekitike mengalami cedera, posisinya digantikan Desire Doue.
Deschamps sengaja menempatkan para pemain sesuai peran yang biasa mereka jalankan di level klub. Mbappe diberi kebebasan seperti di Real Madrid, Olise dimainkan di sisi kanan sebagaimana bersama Bayern Munich, sementara Dembele mengisi peran yang menyerupai false nine seperti di Paris Saint-Germain.
Namun, dalam laga pembuka melawan Senegal, sistem tersebut belum berjalan sempurna. Saat bertahan dengan formasi 4-4-2, jarak antara lini depan dan lini tengah terlalu renggang sehingga Senegal beberapa kali mampu memanfaatkan ruang kosong untuk menciptakan peluang.
Melihat kelemahan itu, Deschamps segera melakukan penyesuaian taktik. Ia mengubah bentuk pertahanan menjadi 4-4-1-1 yang lebih rapat sehingga mampu menutup ruang di lini tengah dan membuat Adrien Rabiot serta Aurelien Tchouameni lebih terlindungi.
Perubahan terbesar dilakukan dengan menukar posisi Michael Olise dan Ousmane Dembele. Dembele digeser ke sisi kanan, sementara Olise lebih sering beroperasi di area tengah. Pergantian peran tersebut terbukti meningkatkan keseimbangan permainan, baik saat menyerang maupun bertahan.
Olise dinilai lebih efektif dalam mengirim umpan-umpan terobosan kepada Mbappe, sedangkan Dembele mampu memberikan tekanan lebih baik dari sisi sayap. Perubahan ini juga membuat Prancis lebih berbahaya ketika melancarkan serangan balik maupun membangun serangan secara perlahan.
Deschamps juga mengubah peran bek kanan Jules Kounde dengan menempatkannya lebih ke dalam saat tim menguasai bola. Langkah itu membuat Prancis memiliki perlindungan lebih baik ketika kehilangan penguasaan bola sekaligus membuka ruang bagi para pemain depan untuk berotasi.
Fleksibilitas taktik tersebut membuat lini serang Prancis yang dihuni Mbappe, Dembele, Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola tampil semakin dinamis. Para pemain bebas bertukar posisi tanpa kehilangan keseimbangan permainan.
Pendekatan Deschamps yang mengutamakan kemampuan individu pemain dalam sebuah sistem kolektif dinilai menjadi salah satu alasan utama Prancis tampil tajam di lini depan sekaligus solid dalam bertahan. Kombinasi itulah yang membuat Les Bleus kini menjadi salah satu favorit kuat untuk kembali menjuarai Piala Dunia FIFA 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....