Jerman Jadi Sorotan Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
- 30 Jun 2026 18:02 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Timnas Jerman kembali menuai sorotan tajam setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay, menyusul hasil imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu pada pertandingan yang berlangsung Selasa, 30 Juni 2026.
Melansir dari One Football, hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Die Mannschaft di Piala Dunia. Juara dunia empat kali itu gagal mencapai babak 16 besar dalam tiga edisi terakhir dan belum pernah memenangi pertandingan fase gugur sejak menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil.
Pelatih Julian Nagelsmann mencoba tampil lebih ofensif dengan memberi kesempatan pertama sebagai starter kepada Deniz Undav, yang sebelumnya menjadi pencetak gol terbanyak Jerman di turnamen ini. Namun strategi tersebut gagal membuahkan hasil.
Jerman sebenarnya sempat mengira telah mencetak gol kemenangan pada menit ke-102 melalui sundulan Jonathan Tah dari situasi sepak pojok. Akan tetapi, setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay.
Laga kemudian berlanjut hingga adu penalti. Jerman harus menelan pil pahit setelah Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Jose Canale kemudian memastikan kemenangan Paraguay lewat tendangan penalti penentu.
Sejumlah media Jerman melontarkan kritik keras terhadap penampilan tim nasional mereka. Harian Bild menyebut laga tersebut sebagai "penampilan yang mengerikan", seraya menilai Jerman bermain lambat, membosankan, dan tanpa semangat sepanjang pertandingan.
Sementara itu, Die Zeit menyoroti minimnya kreativitas permainan Jerman dan menyebut tim tersebut kehilangan identitas sebagai kekuatan besar sepak bola dunia. Media itu juga menilai penurunan prestasi sepak bola Jerman kini tidak hanya terlihat di level tim nasional, tetapi juga di luar dominasi Bayern Munich.
Suddeutsche Zeitung bahkan menyebut kekalahan dari Paraguay lebih memalukan dibanding kegagalan di Piala Dunia 2022. Menurut media tersebut, jika pada edisi sebelumnya Jerman masih dianggap kurang beruntung, kali ini mereka dinilai benar-benar gagal menemukan solusi di lapangan.
Di sisi lain, Frankfurter Allgemeine Zeitung menilai hubungan Julian Nagelsmann dengan tim nasional sudah sulit dipertahankan. Kritik juga diarahkan kepada keputusan-keputusan taktis sang pelatih sepanjang turnamen.
Meski demikian, sejumlah pihak turut mempertanyakan keputusan VAR yang menganulir gol Jonathan Tah. Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, yang bertugas sebagai komentator televisi Jerman selama Piala Dunia, menilai gol tersebut seharusnya disahkan.
"Jika gol itu ilegal, maka Arsenal tidak akan menjadi juara Inggris. Mereka mencetak banyak gol dengan situasi seperti itu. Kami sebenarnya memenangkan pertandingan ketika bola masuk. Jadi, tentu saja, keputusan itu sangat menyakitkan," ujar Klopp.
Di luar Jerman, media internasional juga menyoroti hasil tersebut. Media Prancis L'Equipe menyebut kemenangan Paraguay sebagai kejutan terbesar Piala Dunia 2026 sejauh ini. Sementara media Italia Gazzetta dello Sport memuji semangat juang Paraguay, sedangkan harian Spanyol Marca menulis bahwa "Jerman sudah tak tersisa lagi, bahkan dalam adu penalti pun tidak."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....