Hong Myung-bo Mundur Usai Korea Selatan Gagal di Piala Dunia
- 29 Jun 2026 16:27 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional Korea Selatan setelah Taeguk Warriors gagal melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkan sehari setelah harapan Korea Selatan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dipastikan pupus.
Dikutip dari BBC, kegagalan Korea Selatan memicu kritik luas di dalam negeri. Presiden Lee Jae-myung bahkan menyerukan penyelidikan terhadap penyebab buruknya penampilan tim dan menilai tersingkirnya Korea Selatan merupakan kegagalan dalam organisasi serta pengambilan keputusan.
Hong menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung dan menyatakan seluruh tanggung jawab berada di pundaknya sebagai pelatih kepala. Ia mengakui tim gagal memenuhi harapan masyarakat Korea Selatan di ajang Piala Dunia.
"Meskipun saya meninggalkan tim nasional, saya tidak sepenuhnya meninggalkan sepak bola Korea. Saya akan terus mendukung tim nasional dari lubuk hati saya dan berharap tim ini kembali dipercaya serta dicintai masyarakat," ujar Hong.
Korea Selatan yang diperkuat kapten Son Heung-min mengakhiri fase grup dengan satu kemenangan dan dua kekalahan. Mereka finis di bawah Meksiko dan Afrika Selatan di Grup A, setelah kalah 1-0 dari Afrika Selatan pada laga terakhir.
Hasil tersebut sebenarnya masih membuka peluang lolos melalui format baru Piala Dunia yang memberi kesempatan kepada delapan tim peringkat ketiga terbaik melaju ke babak gugur. Namun, hasil pertandingan dari grup lain membuat Korea Selatan gagal mengamankan tiket tersebut.
Pengunduran diri Hong terjadi di tengah sorotan terhadap proses penunjukannya pada 2024. Saat itu, Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) dikritik karena dianggap mengabaikan sejumlah kandidat asing dan lebih memilih Hong, yang sebelumnya juga gagal membawa Korea Selatan lolos dari fase grup Piala Dunia 2014.
Hong mengatakan menerima jabatan tersebut bukan keputusan yang mudah. Meski demikian, ia menegaskan setiap keputusan yang diambil selalu didasarkan pada kepentingan sepak bola Korea.
Sementara itu, kepolisian Korea Selatan meningkatkan pengamanan di Bandara Internasional Incheon dan sejumlah lokasi lainnya menyusul munculnya ancaman pembunuhan terhadap Hong melalui media daring menjelang kepulangannya ke tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....